51动漫

51动漫 Official Website

Manfaat dan Risiko Penggunaan Chatgpt pada Penelitian Kedokteran dan Kesehatan

Kemajuan teknologi berkontribusi besar pada ilmu pengetahuan dan praktik pada bidang kedokteran dan kesehatan. Salah satu bentuk kemajuan teknologi yang saat ini sering disorot adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam bidang kesehatan. Teknologi AI yang semakin berkembang memunculkan aplikasi baru yang disebut ChatGPT.

ChatGPT adalah model bahasa generatif (General Large Language Model) yang dibentuk pada dataset besar teks dan kode. Dari berbagai kajian literatur diketahui bahwa ChatGPT dapat digunakan untuk berbagai tugas, termasuk menulis teks, menerjemahkan bahasa, dan merampingkan proses penelitian. Dengan kata lain, ChatGPT merupakan aplikasi yang potensial untuk dimanfaatkan di bidang kesehatan, bahkan mampu merevolusi praktik kedokteran dan kesehatan saat ini.

Kemajuan penggunaan ChatGPT ini tentu perlu dikaji termasuk ditimbang antara kemanfaatan dan risikonya. Oleh karena itu, sekelompok peneliti dari Fakultas Farmasi 51动漫 dan dari berbagai universitas di Yaman, Uni Emirat Arab, Malaysia, Maroko dan Brunei Darussalam melakukan studi eksperimental terhadap manfaat dan risiko penggunaan ChatGPT.

Dengan menggunakan analisis isi (content analysis), peneliti meminta ChatGPT untuk menyusun suatu proposal riset kesehatan. Proposal terdiri atas 8 tema mulai dari penulisan topik utama penelitian hingga metode penelitian yang disodorkan oleh ChatGPT. Hasil kemudian dianalisis dan dihitung tingkat kebenaran akurasinya.

Studi ini menemukan bahwa ChatGPT dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dalam penelitian kedokteran dan ilmu kesehatan, termasuk membuat hipotesis, mengidentifikasi literatur yang relevan, menulis abstrak dan artikel penelitian, menginterpretasi data penelitian dan mendesain penelitian. Dengan kemampuan seperti ini, ChatGPT memberikan beberapa manfaat bagi peneliti, termasuk meningkatkan efisiensi penelitian, memperluas akses penelitian dan meningkatkan kualitas penelitian. Meskipun demikian, ada juga beberapa risiko yang terkait dengan penggunaan ChatGPT dalam penelitian kedokteran dan ilmu kesehatan, termasuk ChatGPT dapat menghasilkan teks yang tidak akurat atau bias, ChatGPT dapat digunakan untuk memalsukan penelitian dan ChatGPT dapat menggantikan peran peneliti manusia.

Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa ChatGPT dapat menjadi aplikasi yang berharga untuk penelitian kedokteran dan ilmu kesehatan, tetapi perlu digunakan dengan hati-hati untuk menghindari risiko yang potensial muncul.

Oleh: Andi Hermansyah, PhD

Artikel dapat diakses di

AKSES CEPAT