51动漫

51动漫 Official Website

Perspektif Baru Terapi Kanker Berbasis Panobinostat

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia. Dikarenakan oleh tingginya mortalitas akibat kanker, saat ini kanker menjadi perhatian khusus oleh organisasi kesehatan dan para peneliti di dunia yang dituangkan dalam bentuk sebuah komitmen Sustainable Development Goals. Kanker merupakan penyakit genetik yang disebebkan oleh adanya penyimpangan genetik yang terjadi secara berulang. Dalam dunia medis, terdapat suatu terminologi yang sangat berkaitan dengan kanker yaitu epigenetik. Epigenetik merupakan suatu istilah yang merujuk pada investiagsi dari interaksi rumit antara gen dan lingkungannya. Epigenetik memiliki pengaruh besar pada proses seluler penting yang diperlukan untuk menjaga kestabilan hidup sel. Disrupsi pada jalur epigenetik dapat menyebabkan beberapa penyakit berbahaya sehingga saat ini epigenetik dianggap sebagai masalah mendasar dalam evolusi biologi. Secara molekuler, perubahan epigenetik banyak dipengaruhi oleh histone acetyltransferase (HAT) dan histone deacetylases (HDAC). HAT dan HDAC merupakan enzim yang berperan penting pada proses modifikasi histon dalam rangka menjaga siklus sel dengan cara memodulasi ekspresi gen. Dalam kasus kanker, disregulasi dari enzim HDAC ditengarai kuat berperan penting dalam meningkatkan ekspresi onkogen yang dapat mengubah sel normal dan meningkatkan jumlah sel tumor. Dalam penelitian yang dilakukan oleh El Omari et al tahun 2023, peningkatan aktivitas berlebih dari HDAC dikaitkan dengan beberapa kanker seperti kanker karsinoma prostat, kanker kolon, kanker lambung, kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker serviks.

Seiring berjalannya waktu, penelitian untuk menemukan obat antikanker terus dikembangkan. Pada tahun 2015, food and drug administration (amerika serikat) telah mengeluarkan izin peredaran obat Panobinostat sebagai obat anti kanker. Panobinostat ini diklasifikasikan kedalam kelompok obat penghambat HDAC yang bersifat tidak selektif karena menghambat HDAC tipe/kelasI, II dan IV. Tinjauan lebih jauh tentang mekanisme anti kanker Panobinostat ini diulas dengan baik pada penelitian oleh El Omari et al tahun 2023. Prinsip dasar yang digunakan dalam penelitian tersebut didapatkan dari fakta bahwa penghambatan suatu proses molekuler tertentu merupakan hasil dari serangkaian perubahan berurutan yang terjadi antara sel normal dan sel tumor. Penggunaan obat antikanker dapat merubah pola biologis aktivitas sel sehingga memperlambat perkembangan dan kelangsungan hidup sel tumor. Tinjauan penelitian tersebut menunjukkan bahwa efek penghambatan HDAC oleh panobinostat melibatkan penghambatan pada sisi katalitis dari HDAC. Panobinostat kemungkinan berikatan dengan ion zinc pada sisi katalitik HDAC sehingga menyebabkan pencegahan pelepasan asetil dari histon dan protein lain. Penghambatan HDAC ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pengaturan jalur pensinyalan yang secara tidak langsung terlibat dalam efek imunomodulator dan regulasi siklus sel, yang menyebabkan kematian sel, dan memengaruhi ekspresi penekan tumor dan protein onkogenik serta faktor transkripsi. Lebih lanjut, Panobinostat juga meningkatkan kadar protein siklus sel p21, meningkatkan jumlah faktor pro-apoptosis (seperti aktivitas caspase-3/7 dan poly ADP-ribose polimerase), menurunkan tingkat faktor anti-apoptosis (B-cell lymphoma 2 dan B-cell lymphoma-extra-large), serta regulasi respon imun (death-ligand 1 dan interferon gamma receptor 1).

Evaluasi kemampuan antikanker panobinostat pada bidang onkologi memiliki hasil temuan yang sangat baik pada pengujian praklinis. Namun, untuk membuktikan kemanjuran dan keamanannya dalam skala klinis, diperlukan suatu uji klinis yang intensif. Berdasarkan investigasi mekanisme molekuler dari Panobinostat terutama terkait dengan respon imun yang diperleh akibat penghambatan HDAC, didapatkan bahwa terdapat prospek efek sinergis penggunaan panobinostat bersamaan dengan obat lain seperti imunoterapi. Lebih lanjut kajian mengenai mekanisme molekuler Panobinostat ini meningkatkan pengetahuan para peneliti di seluruh dunia tentang penyimpangan sel kanker dan, sebagai hasilnya, memberikan peluang untuk penemuan perspektif terapi baru yang signifikan melalui terapi kanker

Ditulis oleh Chrismawan Ardianto, PhD., Apt

Berdasarkan publikasi kami pada El Omari et al, 2023, Biomedicine & Pharmacotherapy Vol. 164, 114886

AKSES CEPAT