51动漫

51动漫 Official Website

Manfaatkan Komoditas Lokal, Mahasiswa BBK Desa Kemangi Ciptakan Pangsit Bandeng

Proses pembuatan olahan pangsit bandeng bersama ibu-ibu Desa Kemangi (Foto: Dok. Narasumber)
Proses pembuatan olahan pangsit bandeng bersama ibu-ibu Desa Kemangi (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS Stunting masih menjadi salah satu permasalahan serius di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Selain itu, masyarakat juga belum sepenuhnya memahami pengembangan produk lokal yang dapat berpotensi meningkatkan gizi sekaligus perekonomian desa setempat. Hal tersebut mendorong mahasiswa (BBK 6) UNAIR membantu menyelesaikan permasalahan dengan membuat produk inovasi olahan makanan.

Dalam hal ini, mahasiswa BBK 6 Desa Kemangi menginisiasi pangsit berbahan dasar bandeng. Raissyah, mewakili kelompoknya, menyebutkan bahwa produk olahan makanan berupa pangsit ikan bandeng dapat menjadi peluang ekonomi sekaligus menjadi makanan tambahan bagi anak-anak.

淜ondisi geografis desa ini banyak tambak menghasilkan komoditas budidaya udang, ikan mujair, gabus dan bandeng. Akan tetapi yang paling terkenal yaitu ikan bandeng, sehingga kelompok kami menginisiasi pembuatan makanan tambahan dari bandeng yaitu pangsit. Selain sebagai makanan bagi anak stunting juga ide bisnis bagi UMKM, jelasnya Sabtu (26/7/2025).

Raissyah menyampaikan sebelumnya kelompok ini sudah melakukan beberapa observasi dan penelitian. Hasil yang dicapai yaitu ikan bandeng dapat menjadi bahan olahan makanan tambahan bagi anak stunting. 

Hasil Produk Pangsit Bandeng (Foto: Dok. Narasumber)
Hasil Produk Pangsit Bandeng (Foto: Dok. Narasumber)

淧embuatan pangsit ini basicnya dari daging ikan bandeng yang dicampur dengan sayur dan penyedap. Cara membuatnya pun seperti yang biasa dilakukan oleh lainnya. Setelah dibentuk, pangsit ini digoreng dan dikemas semenarik mungkin agar dapat menarik perhatian anak-anak untuk mengkonsumsi. Apalagi jika dijual juga mendatangkan para pembeli, ungkap mahasiswa itu.

Inisiasi program kerja ini mendapatkan banyak respons positif dari masyarakat terutama ibu-ibu. Mereka sangat antusias belajar bersama Raissyah dan tim, mulai dari persiapan bahan sampai menghasilkan produk olahan.

淭entu dari kelompok kami sangat senang atas respons baik dari masyarakat. Pada saat program ini mulai, luar biasa sekali antusias ibu-ibu dalam demo memasak olahan tersebut. Produk kami kemas sebaik mungkin. Harapannya dapat menjadi konsumsi tambahan bagi anak-anak penderita stunting serta ide jualan masyarakat sekitar, ucapnya.

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT