UNAIR NEWS – Berkontribusi dalam berikan kepastian hukum atas hak tanah masyarakat, 51动漫 (UNAIR) tandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Timur. Penandatanganan MoU berlangsung pada Selasa (29/7/2025) di Ruang Sidang Pleno Balairua, Kantor Manajemen Kampus MERR-C.MoU tersebut terkait dengan bantuan sumber daya manusia (SDM), selaras dengan pencanangan desa binaan Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di wilayah Jawa Timur.
Penandatanganan ini dihadiri oleh Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin beserta jajaran. Sementara itu, dari pihak BPN Jatim hadir Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur Dr Asep Heri SH MH QRMP beserta jajarannya.
Cerminan Kampus Berdampak
Prof Madyan dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada Kantor Wilayah BPN Jawa Timur atas kepercayaan yang diberikan. Mengingat program ini merupakan inisiatif pemerintah yang menjamin kepastian hukum tanah milik masyarakat.

Program ini membutuhkan SDM yang besar dan kompeten, di sini UNAIR hadir kepada masyarakat melalui pemerintah. 淢ahasiswa UNAIR akan terjun ke lapangan, berinteraksi ke masyarakat dan menerapkan ilmu yang mereka dapatkan saat kuliah untuk membantu pendaftaran tanah, jelasnya.
Nota kesepahaman ini akan menjadi pengalaman berharga sehingga membentuk lulusan yang cerdas dan berjiwa sosial kepada masyarakat. Kolaborasi ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yakni kampus berdampak.
淜ontribusi dari kampus sebagai kumpulan orang intelek harus memberikan dampak yang luas kepada masyarakat. Bukan hanya membantu pemerintah mencapai target tapi ini merupakan langkah penguatan pendidikan, tuturnya.
Rencana Strategis
BPN Kantor Wilayah Jawa Timur mempunyai banyak wilayah dan tersisa 5,4 juta bidang tanah yang belum bersertifikat tersebar di 8.502 desa dan kelurahan. Hal ini akan memunculkan beberapa percobaan di beberapa wilayah yang akan melibatkan banyak SDM. Untuk itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur menilai bahwa pertemuan ini merupakan hal yang sangat penting dan strategis.

Lebih lanjut, ia menyampaikan akan ada Gerakan Bersama Masyarakat Pemasangan Patas (GEMA PATAS). Acara ini akan memunculkan gerakan yang memasang 1,4 juta pembatas tanah dan harapannya mahasiswa UNAIR bisa terlibat. 淧emasangan patas ini memiliki makna tersirat yang merupakan bentuk suara masyarakat untuk pemberian hak hukum kepada tanah mereka, ujar Alumnus UNAIR itu.
Mahasiswa juga akan terlibat dalam rangka gerakan bersama pengumpulan data yuridis. Gerakan ini bisa menjadi bahan penelitian di hukum agraria UNAIR. Ia juga berharap mahasiswa bisa menjadi duta dalam rangka menyuarakan sertifikat elektronik.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





