51动漫

51动漫 Official Website

Manifestasi Klinis dan Distribusi Terapi Pasien Pioderma

Manifestasi Klinis dan Distribusi Terapi Pasien Pioderma
Sumber; Primaya Hospital

Pioderma merupakan penyakit kulit yang disebabkan infeksi bakteri Gram positif seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Terjadinya infeksi ini melibatkan beberapa faktor seperti kelembaban kulit, suhu, dan kebersihan lingkungan. Manifestasi klinis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat berupa impetigo, folikulitis, erisipelas, furunkel, dan karbunkel.

Pioderma banyak terjadi pada rentang umur balita (0-5 tahun) dan paling sedikit terjadi pada manula. Hal ini disebabkan karena balita memiliki faktor resiko berupa imun tubuh yang masih rentan serta keinginan anak-anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Anak dengan umur tersebut juga cenderung tidak memperhatikan sanitasi dirinya.

Infeksi bakteri menyebabkan kerusakan integritas kulit. Gejala yang dialami pasien bervariasi, bisa berupa gambaran klinis pada kulit ataupun gejala sistemik yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Contoh gejala yang dikeluhkan pasien bisa berupa rasa nyeri, gatal, perih, panas atau terbakar pada kulit, serta meriang atau demam. Garukan yang dilakukan terus menerus bisa menimbulkan lesi dan menjadi tempat awal terjadinya infeksi sekunder. 

Selain keluhan subjektif, penegakan diagnosis pioderma juga dipengaruhi oleh manifestasi objektif pada kulit pasien yaitu hasil efloresensi primer dan sekunder. Dari penelitian ini, didapatkan efloresensi primer terbanyak adalah makula eritematosa dan papula, diikuti dengan nodul, makula hiperpigmetosa, bula, dan vesikel. Efloresensi sekunder terbanyak adalah erosi yang disebabkan karena lapisan epidermis yang hilang sehingga timbul luka pada area tersebut dan apabila sembuh akan meninggalkan jaringan parut. 

Terapi yang diberikan pada pasien bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi infeksi. Tatalaksana dari pioderma dibagi menjadi dua yaitu sistemik dan topikal. Terapi antibiotik sistemik yang terbanyak diberikan adalah kloksasilin dan eritromisin. Terapi antibiotik diberikan sebagai bakterisidal atau bakteriostatik. Sedangkan, terapi topikal terbanyak adalah kompres natrium fusidat yang bertujuan untuk menghambat sintesis protein bakteri.

Kesimpulan dari penelitian ini, pioderma merupakan infeksi bakteri yang bisa menyebabkan gejala klinis dan manifestasi khas pada kulit. Tatalaksana yang diberikan kepada pasien adalah terapi topikal atau sistemik, serta beberapa mendapatkan keduanya. Terapi yang paling banyak diberikan adalah antibiotik topikal dan oral. Diagnosis pioderma disimpulkan secara pasti dengan pendekatan diagnosis subjektif dan objektif sehingga pasien bisa mendapatkan tatalaksana yang tepat.

Penulis: Arsya Auliya

Link:

Baca juga: Eksplorasi Heat-Shock Proteins untuk Imunoterapi Infeksi HIV

AKSES CEPAT