Pandemi COVID-19 dimulai pada akhir tahun 2019 dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pandemi ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, pandemi ini telah memberikan dampak yang signifikan, seperti peningkatan kasus dan tantangan berat bagi sistem kesehatan dan ekonomi. Dalam penelitian ini, kami menganalisis model pengendalian optimal epidemi COVID-19 di Indonesia dengan Mempertimbangkan Kebijakan Pemerintah. Kami memiliki dua parameter pengendalian: kebijakan untuk mencegah penyebaran penyakit di antara orang yang rentan dan upaya karantina yang disertai dengan perawatan untuk meminimalkan infeksi atau memaksimalkan pemulihan. Kami telah menerapkan Prinsip Maksimum Pontryagin dan metode analisis efektivitas biaya untuk mendapatkan solusi optimal. Analisis efektivitas biaya menunjukkan bahwa penerapan dua tindakan pengendalian pada setiap suhu secara signifikan lebih hemat biaya dalam mencegah penyebaran infeksi dibandingkan ketika hanya satu pengendalian yang diterapkan.
Disain control menggunakan Prinsip Maksimum Pontryagin, penerapan dua tindakan pengendalian pada setiap suhu secara signifikan lebih efektif dalam mencegah penyebaran infeksi dibandingkan ketika hanya satu pengendalian yang diterapkan. Dari hasil analisis efektivitas biaya, penerapan dua tindakan pengendalian pada setiap suhu secara signifikan lebih hemat biaya dibandingkan ketika hanya satu pengendalian yang diterapkan.
Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, salah satunya adalah kurangnya data empiris mengenai hubungan antara suhu dan laju penularan yang digunakan dalam memvalidasi formulasi parameter fuzzy. Keterbatasan lainnya adalah data mengenai total biaya penerapan tindakan pengendalian belum dapat diperoleh dari sumber artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu pendukung pengambilan kebijakan dalam menangani wabah di masa mendatang yang memiliki perilaku serupa dengan wabah COVID-19.
Penulis: Dr. Miswanto, M.Si.
Link:





