UNAIR NEWS – Launching dan diskusi buku dengan judul Melewati Batas dan Dunia Revolusi oleh Fakultas Ilmu Budaya () dilaksanakan pada Jumat (22/9/2023) di Ruang Siti Parwati lt.2 FIB Kampus Dharmawangsa B 51 (UNAIR).
Buku yang telah dihasilkan ini kedepannya akan sangat membantu anak bangsa dan juga dosen sejarah untuk mengetahui lebih dalam terkait revolusi yang terjadi di Indonesia. Apalagi dalam pembuatannya juga melibatkan sejarawan dari Belanda yang tentunya memperkaya hasil riset, Jelas Prof Purnawan Basundoro SS MHum (Dekan FIB).
Menjadi pertama kalinya terdapat launching buku yang penulisnya berasal dari 2 sumber negara, yaitu dari Indonesia dan Belanda.
Perjalanan Buku Melewati Batas
Buku Melewati Batas yang dirancang oleh Gert Oostindie (peneliti dan sejarawan dari Belanda) ini membahas mengenai bagaimana tingkat kekerasan militer yang dilakukan oleh Belanda pada saat masa penjajahan di Indonesia.
Dalam pembuatan buku ini sendiri Gert Oostindie melakukan penelitian yang terjadi dari tahun 1950 hingga tahun 2010. Yang mana ada saat itu tidak berbicara tentang peperangan akan tetapi lebih ke arah bagaimana politik dan military leadership yang terjadi dimasa itu.
Kemudian melakukan perluasan penelitian hingga mendapatkan dukungan dari pemerintahan Belanda untuk proyek ini. Dengan itu Gert Oostindie berkolaborasi dengan peneliti dari UGM dan mendapatkan 11 peneliti. Dimana menghasilkan buku ini akan tetapi masih sangat tebal dan belum dirancang seperti sekarang.
Yang mana untuk sekarang buku Melewati Batas memiliki fokus pada jalannya perang yang terjadi di Indonesia dengan penggunaan kekerasan ekstrim. Dalam bukunya juga diperlihatkan bagaimana tanggung jawab dan akuntabilitas dari pemerintahan Belanda akan akibat yang dihasilkan.
Dimulai dari reaksi politik dan masyarakat di pemerintahan Belanda, reaksi langsung dari rutte cabinet Belanda untuk permintaan maaf dan dukungan. Lalu, perdebatan di pihak parlemen dengan menyatakan dukungan untuk melakukan permintaan maaf yang ditunjukkan pada korban di Indonesia dan juga komunitas indisch dan veteran yang mengalami dampak besar pada masa peperangan.
La Ode Rabani selaku pembahas buku Melewati Batas menjelaskan bahwasannya dalam buku ini banyak sekali sudut pandang-sudut pandang baru yang dapat digunakan sebagai sumber penelitian terbaru lagi. Karena dapat membuat pembaca untuk mengkritik lebih lanjut bagaimana revolusi terjadi di Indonesia.
Banyak ide yang dapat dikembengkan kembali melalui buku ini. Dengan itu, La Ode sangat mengapresiasi penulis karena telah membuat buku ini yang memberikan insight baru bagi sejarawan dan peneliti lainnya.
Melihat dengan adanya pembahasan terkait kekerasan ekstrim yang sangat pekat terjadi di masanya. Le Ode mengkritisi buku ini dengan mempertanyakan apakah konsep dari kekerasan ekstrim ini bisa dimasukkan dalam Indonesia mengingat kekerasan yang terjadi belum dilihat dari sudut pandang masyarakat Indonesia.
Maka dari itu, bisa dikatakan sumber-sumber lisan masih sangat banyak diperlukan agar dapat melihat bagaimana reaksi masyarakat Indonesia pada masa itu terjadi.
Penulis: Nokya Suripto Putri
Editor: Feri Fenoria





