Tongue-tie atau ankyloglossia adalah keadaan dimana lidah memiliki kaitan pada dasar rongga mulut sehingga mengganggu gerakan lidah. Kondisi ini ditandai dengan frenulum lingual yang pendek, tebal, atau kencang, yaitu jaringan di bawah lidah yang menghubungkannya dengan dasar rongga mulut. Kondisi ini dapat membatasi gerakan lidah dan menyebabkan berbagai masalah, seperti kesulitan menyusui, bicara, makan, dan menelan.
Penyebab pasti tongue-tie belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik dan lingkungan diduga berperan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya komponen genetik dalam perkembangan tongue-tie, yang seringkali muncul dalam keluarga. Kondisi ini bisa hadir sejak lahir atau berkembang kemudian dalam kehidupan.
Tongue-tie memiliki beberapa tingkatan keparahan, mulai dari ringan hingga berat, yang menentukan tingkat pembatasan gerakan lidah. Kondisi ini ditemui pada 4-10% populasi umum. Gejalanya bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan usia penderitanya. Pada bayi dan anak kecil, tongue-tie dapat menghambat menyusui, menyebabkan pertumbuhan berat badan yang buruk dan frustrasi bagi bayi dan ibu. Pada anak dan dewasa, tongue-tie dapat menghambat bicara dan mengganggu makan serta menelan.
Gejala tongue-tie bisa mencakup kesulitan menjulurkan lidah melewati gigi depan bawah, kesulitan menggerakkan lidah dari sisi ke sisi atau atas bawah, kesulitan mengucapkan beberapa suara, kesulitan menyusui, produksi ludah berlebih, tersedak saat makan, dan kesulitan menelan.
Tongue-tie dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik oleh tenaga medis yang akan menilai mobilitas lidah dan keberadaan frenulum lingual yang pendek. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan tambahan seperti evaluasi makanan atau penilaian bicara mungkin diperlukan untuk menentukan sejauh mana tongue-tie dan pengaruhnya terhadap fungsi.
Perawatan tongue-tie biasanya melibatkan prosedur bedah sederhana yang disebut frenotomi, di mana frenulum lingual dipotong atau dilepaskan untuk meningkatkan gerakan lidah. Prosedur ini cepat, tidak menimbulkan rasa sakit yang berat, dan bisa dilakukan di klinik dokter atau Rumah sakit. Setelah tindakan operasi, latihan lidah perlu dilakukan untuk memperbaiki gerakan dan fungsi lidah.
Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala tongue-tie, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Pengobatan dini dapat mencegah masalah jangka panjang terkait makanan, bicara, dan fungsi lidah lainnya.
Penulis: Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Michele Callea, Dian Agustin Wahjuningrum, Francisco Cammarata Scalisi, Fery Setiawan, Radixtio Auzan Fepiosandi, Daniyal Lazuardi Ramadhan, Antonino Morabito. [2023] Tie Tongue and Frenotomy: An Article Review. Volume ∙ 16 ∙ Number ∙ 2 ∙ 2023.





