51动漫

51动漫 Official Website

Memilih Operasi Terbaik untuk Tumor Sel Raksasa di Tulang Pergelangan Tangan

ilustrasi tumor (foto: dok istimewa)

Giant Cell Tumor of Bone (GCTB) atau tumor sel raksasa tulang adalah tumor jinak yang bersifat agresif. Meski tidak bersifat kanker, tumor ini dapat merusak tulang, menyebabkan nyeri, pembengkakan, hingga patah tulang. Salah satu lokasi yang sering terkena adalah ujung tulang radius, yaitu tulang yang terletak di sisi ibu jari pada pergelangan tangan. Pada stadium lanjut seperti Campanacci 3, kerusakan yang ditimbulkan bisa cukup luas sehingga memerlukan tindakan operasi besar.

Sebuah penelitian di RSUD Dr. Soetomo mengevaluasi dua pilihan operasi utama untuk menangani tumor ganas lokal ini, yaitu wrist arthrodesis dengan ulnar centralization dan joint salvage dengan fibular graft non-vaskular. Studi ini berlangsung selama delapan tahun (20152023) dan melibatkan 23 pasien dengan tumor Campanacci 3. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil fungsi tangan, rentang gerak, serta angka kekambuhan antara kedua teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (56,5%) menjalani operasi joint salvage, yakni prosedur yang mempertahankan sendi dengan mengganti tulang yang hilang menggunakan potongan tulang fibula. Metode ini dirancang untuk mempertahankan sebagian kemampuan gerak pergelangan tangan. Sementara itu, 43,5% lainnya menjalani arthrodesis, yaitu prosedur menyatukan tulang pergelangan tangan sehingga sendi tidak lagi bergerak, namun memberikan stabilitas yang lebih kuat.

Salah satu temuan menarik adalah tidak adanya kasus metastasis atau kekambuhan setelah operasi pada seluruh pasien. Ini menunjukkan bahwa kedua metode memberikan kontrol tumor yang sangat baik bila dilakukan melalui wide excision, yakni pengangkatan tumor hingga batas aman.

Namun, dari sisi fungsi tangan, perbedaan terlihat cukup jelas. Pada kelompok joint salvage, lebih dari setengah pasien (52,1%) memiliki rentang gerak pergelangan tangan lebih dari 45 derajat, sementara pada kelompok arthrodesis, pergelangan tangan hampir tidak memiliki gerakan karena sendi disatukan. Selain itu, penilaian fungsi menggunakan MSTS score menunjukkan bahwa 56,5% pasien mencapai kategori 渂aik, dengan nilai lebih tinggi pada kelompok joint salvage.

Meskipun ukuran tumor dan jenis kelamin tidak berpengaruh besar terhadap hasil fungsi, usia dan teknik operasi sangat berpengaruh. Pasien yang lebih muda serta mereka yang menjalani prosedur joint salvage cenderung memiliki fungsi tangan lebih baik.

Temuan penelitian ini memberikan wawasan penting bagi dokter dan pasien. Bila kondisi memungkinkan, joint salvage dengan graft fibula dapat memberikan hasil fungsi yang lebih baik tanpa meningkatkan risiko kekambuhan. Namun, arthrodesis tetap menjadi pilihan stabil bagi pasien dengan kerusakan sendi sangat berat atau bila rekonstruksi tidak memungkinkan.

Secara keseluruhan, penelitian ini mempertegas bahwa pemilihan teknik operasi pada GCTB distal radius harus mempertimbangkan fungsi, usia, ukuran tumor, serta preferensi pasien. Kemajuan teknik rekonstruksi memberikan harapan baru bagi pasien untuk tetap mempertahankan fungsi tangan setelah operasi pengangkatan tumor besar.

Penulis : Yohanes Aprianto Senduk Widodo, Ferdiansyah Mahyudin, Mohammad Hardian Basuki
Judul Artikel : Comparasion of wrist arthrodesis with ulnar centralization and joint salvage with non vascularized fibular graft reconstruction surgery on distal radius giant cell tumor Campanacci 3 at single Centre
Jurnal : Edelweiss Applied Science and Technology
Tautan :

AKSES CEPAT