51动漫

51动漫 Official Website

Meminimalisir Stress Kerja dan Keluhan Sistem Muskuloskeletal akibat Working From Home Melalui Video Edukasi Yang Menarik

Pandemi COVID-19 mulai masuk di Indonesia diawal 2020. Semenjak itu segala jenis aktivitas bagi pekerja harus disesuaikan dan Sebagian besar dialihkan melalui metode online atau biasa yang sering disebut dengan Working from Home (WFH). Tentunya kebijakan ini ditetapkan oleh banyak pimpinan diberbagai lini industry untuk mengurangi risiko tertular SARS COV2 ditempat kerja. Namun karena adanya perubahan aktivitas kerja yang menjadi tidak flesibel dan segala sesuatu harus dikerjakan dari rumah didepan gawai masing-masing, ternyata setelah 2tahun lebih berjalan tepatnya saat penelitian yang dilakukan oleh tim dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM Unair dilakukan, mulai banyak ditemukan keluhan kesehatan lainnya sebagai dampak dari kurangnya aktivitas fisik karena terlalu banyak bekerja dengan posisi duduk didepan gadget.

Berbasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari Departemen K3 FKM Unair menunjukkan adanya keluhan stress kerja dan keluahan sistem musculoskeletal pada banyak pekerja yang selama pandemi bekerja dengan metode WFH. Mungkin keluhan ini dirasa lebih tidak berbahaya dari pada mereka harus berangkat bekerja dan risiko tertular COVID19 menjadi lebih tinggi, namun dampak dari stress kerja dan keluhan musculoskeletal yang tidak segera ditangani dengan baik akan memiliki dampak jangka panjang utamanya bagi kesehatan mental dan kekuatan fisik para pekerja yang bisa sampai berpengaruh pada produktivitas kerja.

Saat melaksanakan working from home, pekerja cenderung tidak memiliki jam kerja yang jelas yang disebabkan oleh beberapa hal antara lain komunikasi yang terhambat sehingga membuat jam kerja melebihi standar yang ditetapkan dan adanya gangguan dari aktivitas yang tetap harus dikerjakan selama di rumah yang membuat pekerjaan sering terhenti dan tidak bisa berjalan dengan lancar. Masalah mental sering kali diabaikan oleh banyak orang karena dianggap sumbernya multiple faktor tidak hanya spesifik dari urusan pekerjaan. Namun WFH bisa menjadi faktor yang memperparah karena work life balance pekerja kantoran pasti akan terpengaruh dan bis amenimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah mulai dari stress kerja hingga job burnout.

Selain itu, terbatasnya pengetahuan pekerja terkait bagaiman amendesain suatu stasiun kerja yang ergonomis bisa menjadi penyebab para pekerja yang tidak bekerja dari kantor mengalami risiko keluhan Muskuloskeletal Disorders yang lebih besar. Banyak orang menganggap membuat stasiun kerja yang ergonomis membutuhkan biaya yang mahal karena harus membeli berbagai macam peralatan baru yang nyaman dan adjustable, padahal dengan modifikasi sederhana yang bisa kita lakukan pada barang yang sudah ada disekitar kita juga bisa sangat membantu agar posisi kerja kita selama WFH atau kerja dari manapun lebih nyaman dan dapat mengurangi risiko MSDs.

Media edukasi yang kami kembangkan adalah berupa modul online dan video yang dapat diakses di Youtube FKM UNAIR dengan keyword 淗azard Ergonomi漝an 淗azard Psikologi漵ementara untuk modul bisa diakses di link: . Meski saat ini kasus COVID19 sudah menurun dan status pandemic telah dicabut, namun kedepannya diprediksi aktivitas bekerja dirumah akan menjadi suatu life style baru yang akan diterapkan oleh para pemilik usaha, sehingga kita dapat bekerja dari lokasi yang lebih fleksibel dan diharapkan dengana danya media yang kami kembangkan dapat menjadi suatu pengingat dan guideline bagi para pekerja yang dapat bekerja from any where untuk menerapkan beberapa upaya pengendalian yang telah kami rekomendasikan melalui media cetak maupun video agar kesehatan mereka tetap terjaga.

Penulis: Shintia Yunita Arini, S.KM., M.KKK.

Link Journal:

AKSES CEPAT