51动漫

51动漫 Official Website

Mempertahankan Gigi Akar Ganda Dengan Kerusakan Cukup Parah Melalui Prosedur Bedah Hemiseksi

Estimasi Usia Gigi, Metode Penting dalam Identifikasi Forensik di Indonesia
Ilustrasi gigi (Sumber: Tribun)


Pengambilan keputusan untuk mempertahankan gigi yang mengalami kerusakan cukup parah atau melakukan pencabutan gigi, perlu mempertimbangkan indikasi dan kontra indikasinya. Bila dilakukan pencabutan gigi maka gigi yang hilang seharusnya digantikan gigi palsu tetap, gigi palsu lepasan atau implan gigi yang bertujuan untuk mengembalikan kenyamanan pasien, untuk fungsi mengunyah, bicara, menelan dan estetika. Tetapi kenyamanan gigi palsu dan keawetannya tidak akan sama dengan gigi asli. Sedangkan implan gigi mempunyai keterbatasan seperti bila mengidap penyakit bawaan yang tidak terkontrol atau tulang dan gusi yang tidak memenuhi syarat untuk pemasangan implan, maka tidak diperbolehkan menjalani prosedur ini. Implan gigi beresiko terjadi komplikasi seperti pendarahan, infeksi, cedera saraf, sinus, dan rongga hidung, serta proses pembuatannya cukup lama, sehingga dokter gigi lebih memilih pendekatan yang lebih konservatif dengan mempertahankan gigi.

Kedokteran gigi modern telah menghasilkan pengembangan teknik pengobatan yang lebih aman pada gigi posterior dengan akar ganda. Pada kasus adanya problem pada perawatan saluran akar dan kelainan periodontal oleh karena karies yang luas dan kerusakan furkasi, maka gigi tersebut memungkinkan untuk dipertahankan secara fungsional melalui perawatan bedah hemiseksi. Perawatan bedah hemiseksi adalah prosedur bedah untuk gigi berakar ganda yang melibatkan pemisahan akar dan mencabut bagian akar yang tidak berfungsi dengan baik, mempertahankan salah satu akar gigi, Tujuan mempertahankan salah satu akar gigi adalah untuk retensi dari restorasinya sehingga dapat mempertahankan fungsi gigi selama mungkin di dalam mulut, menciptakan lingkungan periodontal yang sehat dan mengembalikan fungsi pengunyahan melalui prostetik. Pilihan perawatan ini lebih baik dibandingkan pencabutan gigi seutuhnya karena akibat pencabutan menyebabkan ruang yang ada pada rahang akibat pencabutan gigi akan menyebabkan gigi bergesar, gigi tidak beraturan, mengganggu oklusi, mengganggu sistem pengunyahan dan mengganggu sistem stomatignatik.

Pilihan perawatan bedah hemiseksi lebih menguntungkan dibanding pencabutan gigi. Perawatan bedah hemiseksi diindikasikan pada kasus bila didapatkan kerusakan tulang parah pada akar atau furkasi, karies gigi yang dalam dan luas yang menyebabkan perforasi bifurkasi, akar gigi terbelah, gigi tidak dapat dilakukan perawatan saluran akar, didapatkan instrumen yang patah pada saluran akar yang menyebabkan nyeri atau peradangan, kalsifikasi saluran akar, resorpsi akar, fraktur akar vertikal serta kelainan periodontal. Sedangkan kontraindikasi perawatan bedah hemiseksi adalah bila dukungan tulang yang tidak memadai untuk akar yang dipertahankan dengan perawatan saluran akar, tidak dapat dilakukan perawatan saluran akar pada akar yang dipertahankan, akar yang menyatu yang tidak dapat dipisahkan, tidak dapat dilakukan restorasi pascaoperasi, dan kebersihan rongga mulut pasien yang buruk. Keberhasilan atau prognosis perawatan bedah hemiseksi ditentukan ketepatan diagnosis, pemilihan kasus, akurasi indikasi, kontraindikasi, prosedur perawatan, dan kontrol rutin.

Tujuan artikel ini adalah untuk memperkenalkan prosedur hemiseksi yang merupakan salah satu prosedur bedah endodontik pada gigi akar ganda yang bermasalah disertai perforasi bifurkasi, dan salah satu saluran akar tidak dapat dilakukan perawatan saluran akar. Prosedur perawatan bedah hemiseksi adalah melakukan perawatan saluran akar sampai selesai terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan pemasangan pasak fiber pada akar gigi yang dipertahankan sebagai retensi dari restorasinya. Setelah pemasangan pasak fiber, dilakukan pemisahan akar dan pengangkatan bagian akar yang tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak dapat dipertahankan. Setelah dilakukan pencabutan pada salah satu akar gigi, dilanjutkan dengan aplikasi campuran bone graft dan platelet-rich fibrin (PRF) pada soket untuk mempercepat kesembuhan tulang setelah prosedur hemiseksi. Bone graft dan PRF merupakan bahan yang paling sering digunakan dalam prosedur bedah regeneratif. Perlu konsumsi obat antibiotik dan anti-inflamasi, dan instruksi pasca-operasi diberikan untuk menjaga luka tetap bersih: sikat gigi dengan hati-hati, hindari berkumur berlebihan, jangan mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas, dan makan di sisi yang berlawanan dengan tempat prosedur dilakukan. Selanjutnya dibuatkan mahkota gigi pada akar gigi yang dipertahankan sehingga gigi dapat berfungsi dengan baik.

Penulis : Kun Ismiyatin, Cinitra Anindya, Olivia Vivian Widjaja, Singgih Harseno, Ahmad Afif Dzulfiqar, Tengku Natasha Eleena binti Tengku Ahmad Noor.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Kun Ismiyatin, Cinitra Anindya , Olivia Vivian Widjaja , Singgih Harseno , Ahmad Afif Dzulfiqar , Tengku Natasha Eleena binti Tengku Ahmad Noor (2025) : Hemisection with socket preservation using alloplastic bone graft and platelet-rich fibrin. Dent J (Majalah Kedokt Gigi) : March; 58(1): 100-106.
http://dx.doi.org/10.20473/j.djmkg.v58.i1.p100-106.

AKSES CEPAT