51动漫

51动漫 Official Website

Menapaki Jejak Halal: Motif Perusahaan Makanan dalam Menerapkan Standar Halal di Malaysia

Dalam era globalisasi dan meningkatnya kesadaran akan kehalalan produk, industri makanan halal di Malaysia memegang peran penting sebagai pemimpin dalam menyediakan produk yang sesuai dengan standar halal. Karena seperti yang diketahui, dalam laporan Global Islamic Economy Index (GIEI) tahun 2020, Malaysia sempat menduduki posisi pertama produsen makanan halal juga menempati posisi tinggi pada berbagai sektor lain.

Namun, beberapa berita menyebutkan bahwa pada tahun 2023 ini peringkat utama eksportir produk makanan halal dipegang oleh Brazil dengan nilai 16,5 miliar dolar AS per tahun. Kemudian disusul India, Amerika, Rusia, dan Cina. Fakta yang mencengangkan melihat bagiamana industry yang konsumen utamanya adalah warga Muslim namun kemampuan produksinya di tangkap dan dikembangkan oleh negara-negara dengan Masyarakat mayoritas non-Muslim.

Artikel yang ditulis oleh Jaswir dkk pada tahun 2023 dengan judul “Motives for participation in halal food standard implementation: an empirical study in Malaysian halal food industry,” membuka pintu wawasan terhadap faktor-faktor yang mendorong perusahaan makanan untuk mengikuti proses standardisasi halal dan mengidentifikasi motif yang paling berpengaruh. Tentunya hal ini menjadi pengetahuan penting bagi berbagai pihak terutama Malaysia dan berbagai negara Muslim lainnya untuk menangkap kembali potensi pasar dari sisi produsen/perusahaan terkait standarisasi halal pada produk makanan.

Industri makanan halal telah mengalami perkembangan pesat di Malaysia, yang memandangnya sebagai peluang untuk menjadi pusat halal global. Artikel ini memberikan gambaran mengenai potensi dan tantangan yang dihadapi oleh industri makanan halal di negara tersebut. Dengan nilai industri makanan dan minuman halal yang mencapai US$1,303 miliar pada tahun 2017 dan proyeksi mencapai US$1,863 miliar pada tahun 2023, Malaysia memainkan peran kunci dalam pasar ini.

Studi ini menjadi lompatan signifikan dengan fokus pada motif di balik penerapan standar makanan halal oleh perusahaan makanan di Malaysia. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, penelitian ini mencari jawaban atas pertanyaan mengapa sebagian perusahaan makanan masih ragu atau tidak sepenuhnya menyadari pentingnya penerapan standar halal.

Ada 2 hal penting yang perlu diketahui terkait standarisasi halal. Pertama, sertifikat halal atau yang diartikan sebagai 渄okumen yang dikeluarkan oleh organisasi Islam yang menyatakan bahwa produk yang tercantum di dalamnya memenuhi pedoman Islam. Sertifikat halal merupakan sertifikat asli yang mempunyai logo unik yang terpampang pada kemasan produk atau tempat usaha. Keuda, yakni sertifikasi halal merupakan salah satu jenis keamanan pangan yang menunjukkan bahwa perusahaan yang disertifikasi telah diselidiki secara menyeluruh dan terbukti sesuai dengan Hukum Syariah Islam, sehingga produknya layak digunakan oleh konsumen Muslim.

Hingga saat ini sertifikasi halal di Malaysia masih bersifat sukarela dan sepenuhnya ditangani oleh JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia). Sertifikat halal JAKIM memegang peranan penting karena diartikan sebagai pemeriksaan proses produk tertentu dan pemenuhan persyaratan higienis, sanitasi dan keamanan. Sehingga sertifikasi halal JAKIM sebagai faktor kunci keberhasilan pengembangan industri halal global. Perusahaan yang memiliki sertifikat halal akan mendapatkan banyak keuntungan, apalagi jika ingin menembus komunitas muslim di banyak negara.

Pemerintah Malaysia memandang serius implementasi Halal Food Standard MS1500, tetapi penelitian ini mengungkapkan bahwa masih banyak perusahaan yang kurang menyadari manfaatnya. Banyak yang menganggapnya rumit dan mahal, dan terdapat fakta menarik bahwa beberapa UKM makanan Muslim di Malaysia mengklaim produknya halal tanpa sertifikat resmi.

Studi ini juga menyoroti temuan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motif di balik penerapan standar halal dan tingkat pelaksanaannya. Semakin tinggi motivasi perusahaan, semakin baik pula implementasi standar halal. Hal ini menciptakan landasan penting bagi industri makanan halal untuk memiliki sistem pengendalian halal internal dengan komite halal yang memiliki komitmen tinggi dari tingkat manajemen.

Sebagai penutup, artikel ini memaparkan bahwa keberhasilan industri makanan halal tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan motivasi perusahaan. Dengan memahami motivasi di balik penerapan standar halal, industri ini dapat terus tumbuh dan memberikan kepercayaan kepada konsumen akan kehalalan produknya. Maka peran produsen dan juga Masyarakat secara luas juga menjadi faktor dan kunci utama dalam pengembangan sektor makanan halal dari suatu negara.

* Tulisan ini disarikan dari jurnal Motives for participation in halal food standard implementation: an empirical study in Malaysian halal food industry oleh Jaswir, I. Sari, D.P., Daud, M. R.H. C., Sukmana, R. Terbit pada International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management tahun 2023.

AKSES CEPAT