51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Menentukan Potensi L-Selenomethionine sebagai Agen Pelindung Terhadap Kerusakan Otot Akibat Olahraga

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Exercise-induced muscle damage (EIMD) merupakan respons fisiologis yang umum terjadi setelah aktivitas fisik berat atau yang tidak biasa, khususnya latihan yang melibatkan kontraksi otot eksentrik. Salah satu manifestasi klinis paling khas dari EIMD adalah delayed onset muscle soreness (DOMS), yang sering dialami oleh atlet dan individu aktif secara fisik. DOMS ditandai dengan nyeri otot yang muncul 12“24 jam setelah latihan, mencapai puncak pada 24“72 jam, dan mereda dalam waktu 5“7 hari. Kondisi ini umumnya terjadi setelah aktivitas berintensitas tinggi seperti lari, latihan kekuatan, dan plyometric, yang memberikan tekanan mekanis tinggi pada serabut otot.

Secara fisiologis, EIMD dan DOMS berkaitan dengan kerusakan mikrostruktur serabut otot, peradangan, serta peningkatan stres oksidatif akibat produksi reactive oxygen species (ROS). Kerusakan ini memicu respons inflamasi yang ditandai dengan peningkatan biomarker seperti creatine kinase (CK) dan lactate dehydrogenase (LDH) dalam darah. Meskipun DOMS bukan merupakan kondisi patologis, dampaknya dapat menghambat performa latihan lanjutan, membatasi rentang gerak, dan meningkatkan risiko cedera. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi risiko EIMD, termasuk penggunaan suplemen antioksidan, namun hasil penelitian yang ada masih menunjukkan temuan yang bervariasi sehingga diperlukan pendekatan nutrisi alternatif yang lebih efektif.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi L-selenomethionine (L-Semet) sebagai agen protektif terhadap exercise-induced muscle damage (EIMD) dengan menilai efektivitasnya dalam mengurangi delayed onset muscle soreness (DOMS) dan peningkatan kadar creatine kinase (CK) setelah latihan eksentrik intensitas tinggi, sebagai upaya mendukung pemulihan otot dan peningkatan performa atletik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi L-selenomethionine (L-Semet) selama 28 hari secara signifikan menurunkan delayed onset muscle soreness (DOMS) dan kadar creatine kinase (CK) plasma setelah latihan eksentrik intensitas tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa L-Semet berpotensi menjadi strategi nutrisi yang efektif dalam mengurangi nyeri dan kerusakan otot, serta mempercepat proses pemulihan setelah aktivitas fisik berat. Meskipun demikian, penurunan kadar CK yang diperoleh bersifat moderat, yang menunjukkan adanya kemungkinan respons yang bergantung pada dosis. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan dosis dan durasi suplementasi L-Semet yang optimal serta untuk mengevaluasi biomarker fisiologis dan biokimia lain guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai peran selenium dalam pemulihan otot.

AKSES CEPAT