51动漫

51动漫 Official Website

Mengatasi Kekurangan Gizi Anak dengan Pendekatan Positive Deviance/Hearth

Mengatasi Kekurangan Gizi Anak dengan Pendekatan Positive Deviance/Hearth
Sumber: Crystal Sea

Kekurangan gizi pada anak tetap menjadi masalah kesehatan yang mendalam di berbagai belahan dunia, meskipun sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulanginya. Menurut data global, diperkirakan sekitar 149,2 juta anak balita atau 22% mengalami stunting (tumbuh kembang terhambat). Di sisi lain, 45,4 juta anak lainnya atau sekitar 6,7% mengalami wasting (kekurangan berat badan akut) pada tahun 2020. Selain itu, prevalensi underweight (kurang berat badan) juga cukup tinggi secara global, mencapai 12,6% pada tahun yang sama.

Di Indonesia, menurut laporan Riskesdas 2018, prevalensi gizi buruk pada balita menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan. Sebanyak 17,7% balita mengalami underweight, 30,8% mengalami stunting, 10,2% mengalami wasting, sementara 8% balita justru mengalami kelebihan berat badan.

Untuk mengatasi masalah ini, berbagai intervensi telah diterapkan di Indonesia dan di seluruh dunia. Salah satu pendekatan yang mulai mendapatkan perhatian adalah Positive Deviance/Hearth (PD/Hearth). Program ini berfokus pada pendekatan yang melihat keberhasilan beberapa keluarga dalam menjaga status gizi anak-anak mereka meskipun dengan sumber daya terbatas. Konsep Positive Deviance merujuk pada perilaku atau kebiasaan yang menyimpang dari norma, namun dengan cara yang positif atau menguntungkan. Artinya, meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan, ada beberapa individu atau keluarga yang berhasil mengatasi masalah kekurangan gizi pada anak-anak mereka. Program ini berusaha untuk menemukan kebiasaan-kebiasaan unik yang diterapkan oleh keluarga tersebut dan menyebarkannya ke keluarga lainnya dalam komunitas.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Leonika Pramudya Wardhani, mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat 51动漫, intervensi Positive Deviance/Hearth efektif untuk mengurangi kekurangan gizi pada anak. Pendekatan ini memiliki keunggulan karena memanfaatkan sumber daya lokal yang terjangkau oleh masyarakat. Meskipun banyak komunitas miskin yang menghadapi masalah kekurangan gizi, sering kali ditemukan beberapa keluarga yang berhasil menjaga kesehatan anak-anak mereka dengan cara-cara sederhana dan berbasis pada kebiasaan yang positif.

Ada empat kebiasaan positif yang menjadi kunci keberhasilan dalam penerapan program Positive Deviance/Hearth. Pertama, pemberian makan yang baik. Keluarga perlu memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan makanan bergizi yang cukup setiap hari. Kedua, pola asuh yang positif. Ibu-ibu dalam keluarga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ketiga, menjaga kebersihan. Keluarga harus berupaya menjaga sanitasi lingkungan agar terhindar dari penyakit yang dapat memengaruhi status gizi anak. Dan yang terakhir, akses ke pelayanan kesehatan yang baik. Sistem kesehatan harus mampu mendorong ibu untuk membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan secara rutin untuk memastikan kesehatan anak tetap terjaga.

Melalui pendekatan ini, Positive Deviance/Hearth tidak hanya memberikan solusi yang berbasis pada komunitas dan budaya setempat, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan ibu dan keluarga untuk mengubah kebiasaan yang dapat meningkatkan status gizi anak.

Penulis: Nuzulul Kusuma Putri, S.KM., M.Kes.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/implementasi-positive-deviancehearth-sebagai-intervensi-gizi-guna

Baca juga: Tatalaksana Massive Hidropionefrosis Pada Anak

AKSES CEPAT