51动漫

51动漫 Official Website

Mengenal Disfungsi Ereksi

IL by Orami

Disfungsi ereksi (DE), yang didefinisikan sebagai hilangnya kemampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis, berkaitan erat dengan diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Pria dengan T2DM memiliki resiko tiga kali lebih tinggi mengalami DE dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh hiperglikemia persisten pada T2DM akhirnya merusak peredaran darah penis dan fungsi ereksi. Resistensi insulin yang persisten, di sisi lain, menyebabkan penurunan respon hipotalamus terhadap insulin endogen, yang berakhir pada hipogonadisme hipogonadotropik dan defisiensi testosteron.

Beberapa penelitian terdahulu mendapati DE pada populasi yang setidaknya telah lima tahun didiagnosis dengan DMT2. Namun, kebanyakan pria tidak menyadari masalah ini sampai kerusakan mulai mempengaruhi kehidupan pribadi mereka. Beberapa di antaranya justru menganggap DE sebagai sebuah kewajaran seiring proses pertambahan usia. Meski di sisi lain, mereka berharap untuk dapat mengembalikan fungsi seksual tersebut.

Penggunaan inhibitor phosphodiesterase-5 (PDE5I) secara internasional direkomendasikan karena aman dan efektif dalam mengembalikan fungsi ereksi. Namun pada beberapa kasus, seperti kebanyakan penderita di Indonesia, tidak memilih jalan ini dengan berbagai alasan. Demikian juga terhadap alternatif tindakan invasif yang tidak diinginkan. Karenanya, kami melakukan scoping reviewuntuk mengeksplorasi bukti-bukti ilmiah dalam rangka mencari alternatif rekomendasi ilmiah yang diklaim dapat memberikan harapan kepada para pria yang didiagnosis menderita DMT2.

Setidaknya 2.100 judul artikel ilmiah telah kami identifikasi, dan mendapati 17 artikel yang merekomendasikan alternatif non-farmakologis terhadap upaya mengembalikan kemampuan seksual pada pria penderita DMT2. Secara umum, kami mendapati bahwa deteksi dini disfungsi ereksi dan pendidikan kesehatan sangat direkomendasikan sebagai langkah awal penatalaksanaan upaya tersebut. Kedua elemen ini menjadi titik tolak untuk memulai meresepkan diet dan gaya hidup yang lebih sehat, latihan fisik teratur, dan kepatuhan terhadap manajemen diabetes kepada penderita pria terhadap diet yang lebih sehat, latihan fisik, dan manajemen diabetes menjadi keharusan. Pada kelompok pasien yang baru saja didiagnosis dan belum mendapatkan terapi farmakologis, perubahan gaya hidup dan diet yang baik bahkan terbukti memperlambat progresifitas DMT2 dan DE. Sebaliknya pada penderita yang telah mendapatkan terapi pengobatan, kombinasi pendidikan kesehatan dan adopsi gaya hidup sehat tersebut di atas dipromosikan sebagai cara yang menjanjikan untuk meningkatkan kesehatan seksual dan kesehatan umum mereka. Alternatif lain seperti penggunaan pompa vakum dapat direkomendasikan meski resiko kegagalannya cukup memerlukan kehati-hatian. Implikasi dari temuan kami, karenanya, mendukung rekomendasi terhadap inisiasi skrining untuk menemukan kasus DE secara dini, pendidikan kesehatan, dan adaptasi terhadap gaya hidup yang lebih sehat pada penderita menjadi kombinasi yang tepat terhadap pengobatan dan sebagai langkah awal untuk menurunkan risiko komplikasi DMT2 di kemudian hari. Upaya ini tidak melekat pada salah satu profesi tenaga kesehatan, tetapi pengelolaan DMT2 dan upaya penanganan DE menjadi tanggung jawab kolektif multidisipliner.

Penulis: Setho Hadisuyatmana

Informasi lebih lengkap tentang penelitian ini dapat dilihat di:

AKSES CEPAT