51动漫

51动漫 Official Website

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Anemia Ibu Hamil

Foto by Hermina Hospitals

Anemia kehamilan masih menjadi masalah besar di seluruh dunia. Ibu hamil yang mengalami anemia akan beresiko mengalami masalah kesehatan saat kehamilan, melahirkan dan masa nifas. Perilaku kesehatan dapat dipengaruhi oleh persepsi tentang pentingnya pencegahan penyakit. Teori Health Belief Model mempelajari hubungan antara upaya pencegahan dengan persepsi. Keyakinan ibu hamil terhadap kondisi tubuhnya mempengaruhi perilakunya dalam menjaga kesehatan. Seorang individu akan mengambil tindakan pencegahan ketika seseorang dianggap rentan terhadap kondisi yang memiliki konsekuensi serius. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam mencegah anemia, salah satunya persepsi bahwa anemia wajar dialami oleh ibu selama kehamilan.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri dan isyarat tindakan dengan perilaku pencegahan anemia. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan desain korelasional. Jumlah sampel sebanyak 104 ibu hamil yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kerentanan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan, efikasi diri, dan isyarat untuk bertindak. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku pencegahan anemia. Pengambilan data dilakukan di poliklinik kebidanan di rumah sakit Taman Husada Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia.

Peneliti juga dilakukan kunjungan rumah kepada responden yang tidak datang ke rumah sakit. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri, isyarat tindakan dan perilaku pencegahan anemia. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa  kerentanan yang dirasakan (p=0.023 r=0.223), dan isyarat untuk bertindak (p=0.037 r=0.204) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan anemia. Sedangkan variabel lain tidak memiliki hubungan antara persepsi keparahan (p=0.839), manfaat yang dirasakan ( p=0,986), persepsi penghalang (p=0,585), dan efikasi diri (p=0,399) dengan perilaku pencegahan anemia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan dapat meningkatkan kerentanan dan isyarat tindakan ibu hamil melalui pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia.

Penulis: Dr. Mira Triharini, S.Kp., M.Kep.

Jurnal:

AKSES CEPAT