UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang tergabung dalam program belajar bersama komunitas atau BBK 7 UNAIR melaksanakan program SOBAT(Sosialisasi Olah Bisnis Anak Tritunggal) sebagai upaya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini dan menumbuhkan kesadaran bahwa potensi lokal Desa Tritunggal dapat dikembangkan menjadi usaha yang bernilai jika dikelola dengan baik. Program tersebut dilaksanakan di MA Infarul Ghoy Desa Tritunggal, Babat, Lamongan, pada 21 Januari 2026.
Perkembangan usaha konveksi Desa Tritunggal turut diwariskan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan yang ada, termasuk MA Infarul Ghoy. Madrasah ini memiliki program unggulan berupa pelatihan menjahit dan desain yang selaras dengan label desa sebagai sentra konveksi. Melalui program tersebut, siswa dibekali keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan usaha lokal. Namun, kemampuan teknis tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman tentang pengelolaan usaha secara sistematis.
淒esa kami bukan mayoritas penduduknya birokrat, pegawai negeri atau ASN. Penduduk asli sini mindsetnya adalah kalau saya sudah besar saya akan berwiraswasta khususnya konveksi ungkap bapak Ahmad Shodiqin S.Pd.i, selaku kepala MA Infarul Ghoy.
Kondisi tersebut mendorong kolaborasi mahasiswa BBK7 bersama siswa-siswi kelas 11 dan 12 MA Infarul Ghoy sebagai upaya pengembangan pola pikir dasar dalam mengelola bisnis tidak hanya keterampilan teknis saja.
Program SOBAT
Program SOBAT melibatkan 35 siswa sebagai target audiens pengembangan pola pikir kewirausahaan. Ketertarikan Generasi muda desa ini pada bidang konveksi cukup tinggi, banyak dari mereka memasuki dunia kerja di bidang konveksi setelah lulus.
Melalui program sobat, mahasiswa BBK 7 melakukan edukasi terkait BMC (Business Model Canvas) dan implementasinya terhadap usaha konveksi Desa Tritunggal. Pada kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai model bisnis dan sembilan komponen di dalamnya.
Melalui penyampaian materi dan praktik langsung, program SOBAT sukses meningkatkan pemahaman siswa, tercermin dari nilai rata-rata pre-test dan post-test yang meningkat sebesar 16,99% `dari 53,97% pada pre-test menjadi 72,84% pada post-test.
Kepala MA Infarul Ghoy, memberikan apresiasi dan harapannya terhadap program ini 淒engan adanya KKN yang menyentuh murid-murid kami khususnya semangat berekonomi, saya harapkan anak-anak jadi punya semangat dalam bidang kewirausahaan.
Program SOBAT memberikan kontribusi terhadap SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) sebagai upaya menciptakan peluang kerja yang produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi generasi muda di desa Tritunggal.





