51动漫

51动漫 Official Website

BBK 7 Unair Optimalkan SAPA POSYANDU Bersama Polindes Desa Kebalandono

Pengukuran antropometri oleh mahasiswa BBK 7 51动漫 dan kader kesehatan Desa di Desa Kebalandono
Pengukuran antropometri oleh mahasiswa BBK 7 51动漫 dan kader kesehatan Desa di Desa Kebalandono

UNAIR NEWS – Tingkat kesadaran yang rendah oleh masyarakat terhadap pemantauan tumbuh kembang dan asupan gizi yang mencukupi untuk balita masih menjadi tantangan di berbagai desa. Keterlambatan deteksi masalah gizi dan pertumbuhan dapat merujuk pada peningkatan masalah pertumbuhan pada anak dan stunting. Hal ini mendorong upaya promotif, preventif, dan terintegrasi oleh orang tua dalam pelayanan kesehatan anak mulai dari usia dini.

Sebagai bentuk respon masalah kesehatan yang dihadapi desa, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) bersama dengan Polindes dan kader kesehatan Desa Kebalandono hadir dengan program SAPA POSYANDU yaitu program inisiatif yang mengoptimalkan layanan posyandu. Kegiatan ini tidak hanya melayani pemeriksaan rutin berkala, melainkan juga sebagai ruang edukasi, deteksi dini, dan penguatan peran orang tua terhadap tumbuh kembang anak. Program ini dilaksanakan di Balai Desa Kebalandono, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini membidik sekitar 200 balita yang didampingi oleh orang tua di wilayah setempat.

Program ini dilaksanakan di Balai Desa Kebalandono, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini membidik sekitar 200 balita yang didampingi oleh orang tua di wilayah setempat. Pelaksanaan SAPA POSYANDU ini terdiri dari alur pelayanan 4 pos. Pos pertama, yaitu pengukuran LILA, kemudian dilanjutkan dengan pos penimbangan berat badan, pos pengukuran tinggi badan, dan diakhiri dengan pos imunisasi. Selain itu, program ini juga menyediakan layanan konsultasi singkat mengenai gizi dan pola hidup sehat untuk balita. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan balita sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian pertumbuhan. Peran orang tua sangat penting dalam proses ini, terutama dalam menerapkan pola asuh dan pemenuhan gizi yang dianjurkan melalui edukasi yang diberikan.

Menurut perwakilan kelompok BBK 7 Desa Kebalandono, Riska Yuliana. kegiatan itu juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDG) 3, yaitu good health and well-being.

漦ami berharap melalui kegiatan ini, para orang tua semakin sadar pentingnya pemeriksaan antropometri dan asupan gizi anak secara berkala. Kami percaya, langkah kecil ini bisa jadi awal terbentuknya generasi yang lebih sehat dan kuat. ungkapnya.

Penulis: Dimas Vicenza Adi Prasetya , Izzatul Musta檃nah

AKSES CEPAT