51动漫

51动漫 Official Website

Mengenal Permasalahan Seputar Remaja Berdasarkan Sudut Pandang Murid SMP di Sekolah Islam

Foto: tribunnews.com

Masa remaja adalah periode penting dalam perkembangan manusia perkembangan yang ditandai dengan serangkaian perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang signifikan

perubahan. Pada masa ini, terjadi pertumbuhan yang cepat dan perkembangan

karakteristik seksual sekunder. Hal ini ditandai juga dengan pembentukan identitas pribadi dan sosial, termasuk eksplorasi seksual dan reproduksi. Remaja sering menghadapi

kerentanan yang meningkat selama masa transformatif ini karena kognitif mereka yang terus berkembang disertai kepekaan emosional.  Kondisi ini menyebabkan pengasuhan pada anak remaja menjadi sebuah tantangan tersendiri, terutama dalam memahamkan kemampuan mereka akan kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi serta relasi dengan sebaya dan orang di sekitar mereka. Hal ini perlu dicermati karena kegagalan mereka dalam beradaptasi akan berujung pada dampak negatif seperti  infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak diinginkan, tekanan sosial, dan juga berujung pada depresi serta perundungan.

Salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan remaja dalam beradaptasi adalah sumber informasi beserta paham/ideologi yang mereka yakini. Sumber informasi memang bisa saja didapatkan dari keluarga, sekolah, teman sebaya, atau di masa sekarang juga bisa melalui media sosial atau internet. Namun tidak dapat dipungkiri,  banyak remaja tidak memiliki akses

terhadap informasi yang akurat dan komprehensif mengenai kesehatan seksual dan reproduksi,

sehingga memperburuk kerentanan mereka.

Di Indonesia, pendidikan seks dan reproduksi juga  belum memiliki kurikulm tersendiri. Belum lagi layanan mengenai seksual dan reproduksi pada anak remaja dianggap tabu dan dianggap mengajarkan pornografi. Belum lagi faktor budaya dan agama juga turut memengaruhi kognisi remaja dalam mencerna informasi seksual dan reproduksi.

Kami melakukan sebuah survey pada sekelompok anak remaja di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) berasrama dan juga dikenal sebagai pesantren. Survey in dilakukan untuk melihat sudut pandang murid SMP di pesantren mengenai kesehatan seksual dan reproduksi serta permasalahan yang mereka alami menginjak masa puber. Kami melakukan pendekatan dalam format diskusi berkelompok, dimana siswa dan siswi dipisahkan, disesuaikan dengan ajaran agama Islam.

Setidaknya ada tiga tema utama yang mereka kemukakan pada saat berdiskusi, pertama adalah keprihatinan mereka akan pentingnya pendidikan seks dan reproduksi di usia mereka. Mereka mengatakan informasi yang sangat terbatas akan hal ini turut dalam memengaruhi mereka dalam menghadapi perubahan fisik besar dalam diri mereka seperti menstruasi maupun mimpi basah. Mereka sadar akses ke informasi yang akurat dan ilmiah seperti konsultasi ke dokter sangat diperlukan untuk menjembatani kebutuhan mereka akan informasi ini.

Issue ketertarikan lawan jenis, pernikahan, dan juga mengenai privasi adalah tema kedua yang menjadi perhatian mereka. Perasaan jatuh cinta terkadang membuat mereka serba salah. Sebagai anak remaja yang mengalami gejolak asmara namun mereka sadar pemahaman tentang menjalin hubungan lawan jenis menurut agama juga turut mengontrol mereka dalam merespon ketertarikan lawan jenis. Ketertarikan lawan jenis juga mengarahkan mereka pada pemahaman bahwa tertarik dengan lawan jenis tidak serta merta membuat mereka sudah siap menikah. Pernikahan mereka definisikan sebagai fase yang membutuhkan kematangan fisik dan psikis juga ekonomi.

Sebagai remaja yang sudah memiliki dunia sendiri, masalah privasi dan jarak/batasan juga menurut mereka adalah poin penting. Mereka merasa pergaulan mereka memang sudah tidak bisa lagi seperti masa anak-anak yang lebih bebas dan terbuka. Mereka menyadari, bahwa membuat batasan dengan orang sekitar mereka adalah sebuah keharusan. Mereka juga turut mengarisbawahi masalah perundungan yang sangat rentan terjadi di usia mereka. Perundungan memang tidak selalu ada alasan jelasnya, tapi menurut mereka perundungan adalah perbuatan yang tidak terpuji.

Para remaja ini menekankan bahwa informasi yang akurat dan komrehensig disertai dengan  kendali memang tetap menjadi kebutuhan utama mereka sebagai generasi alpha di zaman ini. Harapanya pola asuh dan juga kurikulum pendidikan tetap harus beradaptasi dengan zaman sesuai kebutuhan generasi ini.

Penulis: Cenikkon Pakpahan, dr.

Sumber: Cennikon Pakpahan et al. Navigating adolescence matters in Indonesia: insights and needs of students in Islamic schools. Pan African Medical Journal. 2025;50:100. [doi: 10.11604/pamj.2025.50.100.46168]

AKSES CEPAT