51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mengenal Polikistik Ovarium pada Anak dengan Diabetes Tipe 1

IL by Alomedika

Polikistik ovarian syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi di mana ovum atau sel telur tidak matang secara normal pada wanita karena ketidakseimbangan hormon, mengakibatkan ovarium membesar dengan kista kecil di tepi luar. Pada pasien diabetes tipe 1, hal ini dapat terjadi dikarenakan kombinasi efek dari resistensi insulin dan hyperinsulinemia menyebabkan peningkatan hormon androgen. Di ovarium, insulin memiliki efek langsung pada sel teka untuk memperkuat produksi androgen dari stimulasi hormon luteinizing (LH). Sehingga efek dari tingginya hormon androgen pada pasien diabetes tipe 1 adalah dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi serta terganggunya kesuburan pada pasien tersebut.

Gejala PCOS

Gejala PCOS pada pasien diabetes tipe 1 maupun pada pasien lainnya cenderung sama yaitu (2):

1.            Haid tidak teratur atau tidak haid sama sekali

2.            Peningkatan rambut di wajah atau tubuh (hirsutisme)

3.            Kerontokan rambut di kepala

4.            Kelebihan berat badan, mengalami peningkatan berat badan yang cepat, atau mengalami kesulitan menurunkan berat badan

5.            Kulit berminyak dan berjerawat

6.            Kesulitan hamil (berkurangnya kesuburan)

7.            Nyeri / Kram perut saat haid yang berkepanjangan

Seringnya PCOS baru dapat diketahui setelah memasuki usia pubertas dan mulai timbulnya gejala (3).

Penyebab PCOS

Penyebab PCOS belum diketahui secara namun terkadang diturunkan dalam keluarga. Jika terdapat keluarga yang mengalami PCOS, risiko terkena PCOS menjadi lebih tinggi (4).

Penyebab lainnya terkait dengan kadar hormon yang tidak normal: (5)

1.            Ketidakteraturan hormon Androgen dan Testosteron. Hormon Androgen dan Testosteron adalah hormon yang diproduksi dalam jumlah kecil oleh ovarium secara keseluruhan pada wanita sedangkan wanita dengan PCOS cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi dari wanita normal.

2.            Insulin adalah hormon yang mengontrol kadar glukosa (sejenis gula) dalam darah. Jika Anda menderita PCOS, tubuh Anda mungkin tidak merespons insulin (dikenal sebagai resistensi insulin), sehingga tingkat glukosa lebih tinggi (termasuk pada pasien diabetes tipe 1 maupun 2). Untuk mencoba mencegah kadar glukosa menjadi lebih tinggi, tubuh akan memerlukan lebih banyak insulin. Tingkat insulin yang tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan, menstruasi tidak teratur, masalah kesuburan dan ketidakseimbangan kadar hormon.

3.            Obesitas

4.            Komplikasi penyakit lainnya.

Mendeteksi PCOS

Memiliki ovarium polikistik pada hasil USG bukan berarti Anda menderita PCOS. Wanita dengan PCOS seringkali memiliki gejala yang datang dan pergi, terutama jika berat badannya naik turun. Hal ini dapat membuat kondisi sulit untuk didiagnosis, yang berarti mungkin perlu beberapa saat mendapatkan diagnosa.

Diagnosis dibuat ketika Anda memiliki dua dari yang berikut ini:

¢             Haid tidak teratur, jarang atau tidak haid sama sekali

¢             Peningkatan rambut wajah atau tubuh dan/atau tes darah yang menunjukkan kadar androgen dan testosteron yang lebih tinggi

¢             Scan ultrasonografi (usg) yang menunjukkan terdapatnya ovarium polikistik

Ketika merasa memiliki gejala PCOS, segeralah ke dokter ahli Endokrinologi atau dokter kandungan (7).

Pengobatan PCOS

–              Tidak ada obat untuk PCOS. Perawatan medis bertujuan untuk mengelola dan mengurangi gejala pada PCOS. Pemakaian dengan obat-obatan juga belum terbukti lebih baik daripada perubahan dengan gaya hidup sehat (penurunan berat badan dan olahraga). Banyak wanita dengan PCOS dengan/tanpa diabetes berhasil mengatasi gejala dan risiko mereka tanpa intervensi medis. Mereka melakukan ini dengan makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur dan menjaga keteraturan kadar gula serta insulin. (8)

–              Memiliki gaya hidup sehat

Pada pasien dengan diabetes tipe 1 akan sulit mengatur kadar insulin mengingat pasien tidak dapat menghasilkan insulin dengan sendirinya. Sehingga memiliki gaya hidup sehat menjadi kunci utama agar dapat menjaga keteraturan hormon serta mencegah terjadinya obesitas pada pasien diabetes tipe 1.

Cara utama untuk mengurangi keseluruhan risiko tersebut adalah dengan:

¢             Makan makanan seimbang yang sehat. Ini harus mencakup buah dan sayuran serta menghindari lemak daging, ikan dan ayam. Anda harus mengurangi jumlah gula, garam dan kafein.

¢             Makan secara teratur

¢             Pemakaian obat insulin secara terkontrol

¢             Pengecekan rutin terhadap kadar gula, insulin, HbA1C dan berat badan

¢             Berolahraga secara teratur (30 menit setidaknya tiga kali seminggu) (9)

Penulis: Nur Rochmah, Muhammad Faizi, Yuni Hisbiyah, Rayi KP

Link Jurnal: https://www.researchgate.net/publication/357875898_HLA-DQA1_and_HLA-DQB1_Gene_Polymorphism_in_Indonesian_Children_with_Type_I_Diabetes_Mellitus

AKSES CEPAT