51动漫

51动漫 Official Website

Menghadapi Era Digital, Perpustakaan Memanfaatkan Teknologi OCR untuk Menghidupkan Kembali Buku Kuno

Salah satu warisan budaya yang berharga dan dimiliki umat manusia ialah buku kuno. Namun saat ini, kondisinya semakin memburuk seiring berjalannya waktu seperti halaman yang sobek, tinta yang memudar, dan kulit buku yang rapuh menjadi tantangan utama dalam menjaga keaslian dan keutuhan buku kuno. Oleh sebab itu, permasalahan ini tidak boleh diabaikan, mengingat pentingnya mempertahankan pengetahuan berharga yang terdapat di dalamnya. Untuk itu, dibutuhkan seorang yang dapat melestarikannya yaitu pustakawan. Pada dasarnya, ia merupakan kunci utama untuk memastikan keberlanjutan pengetahuan dan keindahan yang terdapat pada buku kuno.

Berbagai solusi yang dilakukan oleh pustakawan untuk melestarikan buku kuno, dimulai dari merestorasi secara tradisional, hingga digitalisasi koleksi menggunakan scanner. Namun, pada penggunaan scanner terkadang dalam mendeteksi tulisan kurang akurat karena tidak buku kuno tersebut sudah terlalu tua sehingga sulit dikenali olah mesin. Tidak hanya itu, terkadang hasilnya juga menampilkan kerusakan pada buku kuno dan ini terlihat tidak estetik. Oleh kerananya, pustakawan beralih dengan menggunaan teknologi terbaru yaitu Optical Character Recognition (OCR).

Pada teknologi OCR memainkan peran penting dalam transformasi buku kuno menjadi format digital yang dapat dicari dan diakses secara online. Proses ini melibatkan pemindaian halaman buku dan konversi hasil pemindaian menjadi teks yang dapat dicari. Dengan memanfaatkan kekuatan komputasi, perpustakaan dapat menghemat waktu dan upaya yang sebelumnya diperlukan dalam pencarian manual melalui halaman-halaman buku kuno.

Meskipun teknologi OCR menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam mengakses buku kuno, tantangan tersendiri muncul dalam pengenalan karakter yang akurat. Hal ini disebabkan oleh buku kuno seringkali memiliki jenis huruf dan tata letak yang berbeda dengan buku modern. Sehingga diperlukan penyelidikan potensi teknologi OCR dalam mengidentifikasinya. Beruntungnya sudah ada penelitian yang membahas hal tersebut, yang ditulis oleh Imam Yuadi et al. pada tahun 2023. Pada penelitian ini memberikan pandangan optimis bagi perkembangan teknologi OCR dalam menghadapi kompleksitas karakter pada buku kuno. Keakuratan yang terus meningkat dapat membantu dalam proses digitalisasi dan pengaksesan buku kuno secara online, memberikan akses yang lebih luas bagi para peneliti dan masyarakat umum.

Informasi lebih lanjut mengenai penelitian dapat diakses pada:

Yuadi, U. Nihaya, F. Dwi Pratiwi, A. Robert Singh, F. Fahmi and R. Tri Atmi, “Evaluation for Optical Character Recognition of Mobile Application,” 2023 7th International Conference on Trends in Electronics and Informatics (ICOEI), Tirunelveli, India, 2023, pp. 1529-1535, (doi: 10.1109/ICOEI56765.2023.10125751).

Informasi lebih details dari riset ini dapat dilihat pada tautan dibawah ini:

 yang dapat diakses pada tautan ini,

AKSES CEPAT