51动漫

51动漫 Official Website

Menguak Kajian Sejarah Militer Indonesia dalam Perspektif Baru

Kol Caj Dr Kusuma M Si memberikan materi Kajian Sejarah Militer Indonesia dalam Perspektif Baru. (Sumber: Nokya S.P)
Kol Caj Dr Kusuma M Si memberikan materi Kajian Sejarah Militer Indonesia dalam Perspektif Baru. (Sumber: Nokya S.P)Kol Caj Dr Kusuma M Si memberikan materi Kajian Sejarah Militer Indonesia dalam Perspektif Baru. (Sumber: Nokya S.P)

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya () 51动漫 (UNAIR) hadir kembali membawa seminar nasional bertajuk 淧erspektif Baru dalam Kajian Sejarah. Terlaksana Gedung Majapahit ASEEC Tower Dharmawangsa B, pada Kamis (23/11/2023), Tiga pembicara hadir, yaitu Kol Caj Dr Kusuma M Si; Dr Ari Wulandari SS MA; dan Syahril Firmansyah S Hum. Serta sebagai moderator adalah Drs Muryadi M IP. Mereka membahas perihal sejarah militer Indonesia.

淢embayangkan kajian sejarah dalam perspektif baru ini dapat diartikan sebagai kekuasaan yang diberikan langsung pada sejarah, ujar Dr Listiyono Santoso S S M Hum, wakil dekan I UNAIR

Semua tulisan sejarah dalam kontekstual terbaru memiliki konsep dengan perspektif baru. Di sini para penulis sejarah atau sejarawan bisa dikatakan tidak berpihak atau subjektif yang dapat memanipulasi data, fakta sejarah, dan memori kolektif yang ada. 

Karena itu, perspektif baru ini menjadi menarik jika melihat dinamika pengetahuan yang terus berkembang. Akan ada uji verifikasi pada penemuan-penemuan sejarah secara tertulis guna membuktikan fakta sejarah sesuai dengan data-data sejarah yang ada. 

淧eristiwa sejarah itu tidak hanya didokumentasikan dalam bentuk konvensional seperti dalam pembuatan skripsi. Tetapi dapat pula terdokumentasikan dalam bentuk novel sejarah, film dokumenter, pewarisan sejarah, aplikasi sejarah, dan lain sebagainya, tambahnya.

 Dr Listiyono Santoso S S  M Hum wakil dekan satu Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51动漫 (UNAIR) memberikan sambutan. (Sumber: Nokya S.P)

Terdapat empat hal pokok dalam sejarah militer. Pertama, mengapa sejarah militer penting untuk menjadi klaster tersendiri dalam historiografi Indonesia. Kedua, capaian-capaian dalam historiografi sejarah militer di Indonesia hingga saat ini. 

Lalu ketiga, problematik penulisan sejarah militer dari aspek sumber, konsep, dan teori. Terakhir, kecenderungan ke depan penulisan sejarah militer dari aspek periodisasi, tema, dan penyajian. 

淒alam ilmu sejarah untuk mendapatkan data yang sesuai dengan fakta sejarah juga memiliki metodenya. Contoh metode sejarah ideologis dan sejarah pewarisan. Seperti, pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di sana, ada unsur ideologis dan juga unsur pewarisan, ungkap Kol Caj Dr Kusuma M Si. 

Seperti halnya pada sejarah militer Indonesia sendiri sangat menekankan dan menonjolkan pada semangat 淛iwa Korsa. Yang mana menampilkan semangat perjuangan bangsa, memberikan semangat pembelaan bangsa, patriotisme, yang terus diwariskan secara turun-temurun.

Sejarah militer Indonesia ini masuk dalam sejarah yang dapat dipahami secara komprehensif. Di mana sejarah ini bersifat objektif ketika ditulis tanpa adanya tebang pilih dan tanpa tendensi. 

Memasuki tahun 1946 hingga 1947, TNI atau Militer Indonesia mulai memasuki ranah politik. Yang mana diartikan para anggota mulai mempelajari militer dan politik. Hal itulah yang menciptakan paradigma baru bagi militer di Indonesia. 

Dari sini pula mulai banyak militer yang menulis sejarah sendiri karena lebih paham dengan kondisi yang dirasakan daripada pengamat yang menuliskan sejarah tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya. 

Pengumpulan data dengan menggunakan metode – metode tertentu untuk menghasilkan data yang sesuai dengan fakta sejarah sudah menjadi keharusan. Maka dari itu, ketika data militer ini memiliki metode yang jelas maka para sejarawan lainnya bisa mengeksplorasi lebih dalam data yang dihasilkan hingga menghasilkan data sejarah yang baru lagi. 

Penulis: Nokya Suripto Putri 

Editor: Feri Fenoria 

AKSES CEPAT