Investasi emas merupakan salah satu alat investasi yang paling diminati berbagai kalangan. Di tengah ketidakpastian global, investor cenderung memilih alat investasi yang bersifat aman sehingga permintaan terhadap emas sebagai alat investasi menjadi meningkat. Ketidakpastian global terjadi akibat sejumlah peristiwa dunia yang berdampak signifikan terhadap sejumlah sektor kehidupan seperti adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu, kejadian pandemi COVID-19 juga meningkatkan ketidakpastian global. Hal ini menyebabkan harga emas ikut berfluktuasi.
Pemodelan dan prediksi harga emas sangat penting untuk meminimalkan faktor risiko dalam berinvestasi. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian dengan menganalisis data harga emas selama 20 tahun terakhir. Penelitian juga mengukur dampak ketidakpastian global akibat perang dagang dan kondisi pandemi terhadap fluktuasi harga emas. Hal ini dilakukan dengan pendekatan analisis data statistika yaitu time series melalui model Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variable (ARIMAX). Namun, fluktuasi harga emas yang tinggi menyebabkan adanya komponen volatilitas yang tinggi pada data. Untuk menangkap pengaruh volatilitas, model ARIMAX dikombinasikan dengan pendekatan Autoregressive Conditional Heteroscedasticity “ Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH-GARCH).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perang dagang antara Amerika Serikat dan China, serta pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap pergerakan harga emas. Adanya kejadian perang dagang dan pandemi secara signifikan meningkatkan harga emas. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh model ARIMAX(4,2,1)-GARCH(0,2) dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 3,53% dan 5,76% masing “ masing untuk data pelatihan dan data pengujian. Dengan demikian, model tersebut telah mampu memprediksi harga emas dengan akurasi yang sangat tinggi. Model yang diperoleh tersebut bermanfaat guna memprediksi harga emas di masa mendatang dengan mempertimbangkan adanya kejadian yang menyebabkan tingginya ketidakpastian global.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada artikel ilmiah berikut:
Accounting the US-China trade war and COVID-19 effects in forecasting gold price using ARIMAX-GARCH model, published in AIP Conference Proceedings 2975, 080018 (2023).
Authors: Christopher Andreas, Hariawan Widi Nugroho, Siti Maghfirotul Ulyah, M. Fariz Fadillah Mardianto, Elly Pusporani, dengan link sebagai berikut:





