51动漫

51动漫 Official Website

Mengukur Kandungan Antioksidan dan Mineral pada Beberapa Varietas Buah Raspberry

Foto by Mash Moshem Indonesia

Setiap manusia perlu untuk menjaga kesehatan, salah satunya dengan mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan yang mengandung antioksidan, baik yang bersifat enzimatis maupun yang tidak bersifat enzimatis. Buah raspberry adalah salah satu jenis tanaman dikotil sejati yang paling beragam dengan 12 subspesies dan sekitar 429 spesies. Keanekaragaman ini disebabkan oleh banyaknya jenis dan pigmen warna, dari adanya antosianin pada buah, yang menyebabkan warna berbeda seperti  merah, biru, dan ungu. Spesies buah raspberry tersebar luas di seluruh dunia dan memiliki spesies liar yang dibudidayakan dan genotipe berbeda yang didistribusikan dari Kutub Utara hingga Australia. Buah buah raspberry kaya akan senyawa antioksidan, terutama polifenol.

Buah raspberry mengandung banyak senyawa yang meliputi vitamin E, C, A, dan asam asetat, mineral klorida, serta Fe, Co, Mn, Al, Cu, Zn. Antioksidan alami sangat penting dalam kesehatan manusia karena dapat mengurangi resiko beberapa penyakit seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes, sehingga antioksidan mendapat banyak perhatian karena manfaatnya pada kesehatan manusia. Senyawa fenolik dalam tanaman ataupun buah merupakan salah satu sumber antioksidan alami terbaik, dan buah buah raspberry merupakan salah satu sumber senyawa polifenol terpenting yang selama ini kurang mendapat perhatian. Senyawa fenolik buah raspberry dapat mencegah oksidasi dan liposom dalam tubuh dan secara signifikan dapat menangkal radikal bebas.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa aktivitas antioksidan total buah raspberry, yaitu total fenol, dan flavonoid secara signifikan lebih tinggi daripada stroberi sehingga sifat antioksidan buah raspberry dapat dikatakan dua kali lipat dari pada buah stroberi. Jumlah fenol dan antosianin dalam buah raspberry secara signifikan juga lebih tinggi daripada buah ceri dan plum. Kandungan total fenol dalam buah matang lebih dari buah mentah untuk menangani peningkatan jumlah senyawa fenolik. Radikal bebas adalah elektrofil yang merusak komponen seluler dan menghancurkan protein, lipid, dan asam nukleat, selain itu juga dapat menyebabkan stres oksidatif. Peningkatan stres oksidatif pada penderita diabetes menyebabkan berbagai dapat penyakit lainnya seperti retinopati, nefropati, neuropati, penyakit kardiovaskular, dan gangguan seksual dan hormonal. Untuk melawan stres oksidatif, antioksidan adalah molekul di mana elektron tunggal atau atom hidrogen bereaksi terhadap radikal bebas dalam sel dan jaringan yang teroksidasi.

Seperti disebutkan, buah raspberry adalah sumber yang kaya antioksidan alami karena mengandung sejumlah fenol, flavonol, dan antosianin yang tinggi sebagai penangkal radikal bebas. Dua spesies buah raspberry ditelusuri untuk menentukan jumlah antioksidan dan senyawa fenolik dan flavonoid dalam buahnya pada tiga tahap yang berbeda dari pematangan buah belum matang, setengah matang dan matang. Karena fakta bahwa studi yang cukup tentang aktivitas antioksidan belum dilakukan saat ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek perlindungan dari ekstrak buah buah raspberry pada aktivitas antioksidan dan kinerja mineral. Karena varietas buah dan genotipe mempengaruhi senyawa aktif biologis buah raspberry, maka dalam penelitian ini, aktivitas antioksidan dari dua jenis (R. idaeus dan R. strigosus) buah raspberry telah diselidiki. Dalam penelitian ini, buah raspberry dari dua spesies, R. idaeus dan R. strigosus yang telah dievaluasi pada berbagai tahap pematangan buah. Untuk tujuan ini, 1 gram buah yang dipanen direndam dalam 23 mL pelarut metanol dan dihancurkan lalu disaring hingga menghasilkan ekstrak.

Ekstrak buah buah raspberry digunakan untuk percobaan yang berkaitan dengan pengukuran antioksidan, total fenol dan total flavonoid. Ekstrak disimpan dalam mikrotube 2 mL pada -23 掳C di laboratorium sampai dibekukan selama sekitar enam bulan sampai awal percobaan. Dalam penelitian ini, dua metode digunakan untuk menilai aktivitas antioksidan. Pertama, berdasarkan metode penangkalan radikal yang bertujuan untuk menghitung penghambatan radikal, Kedua, kemampuan antioksidan dalam menurunkan Ferric acid untuk melihat kekuatan antioksidan dalam mengubah Fe2+ menjadi Fe3, Ketiga dan keempat adalah pengukuran kandungan total fenol dan flavonoid.

Hasil dari penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari kedua metode mengungkapkan nilai rata-rata yang lebih tinggi dalam ekstrak dari buah yang matang penuh dibandingkan dengan buah yang belum matang dan setengah matang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan R. strigosus lebih tinggi 9%, 10%, dan 8% dibandingkan R. idaeus pada kondisi buah belum matang, semi-matang, dan matang penuh. Oleh karena itu, konsumsi buah terutama raspberry dalam tahap pematangan penuh dianjurkan untuk melawan berbagai penyakit dan kanker.

Untuk mengetahui artikel secara lebih detail, maka dapat mengunjungi link dibawah :

Judul : Determination of the antioxidant and mineral contents of raspberry varieties

Penulis : Shehla Shoukat, Trias Mahmudiono, Sarmad Ghazi Al-Shawi, Walid Kamal Abdelbasset, Ghulam Yasin, Rustem Adamovich Shichiyakh, Acim Heri Iswanto, Abed Jawad Kadhim, Mustafa Mohammed Kadhim, Heba Qassim Al揜ekaby

AKSES CEPAT