51动漫

51动漫 Official Website

Mengukur Keterlibatan Orang Tua di Rumah dalam Perkembangan Literasi Dini

Ilustrasi Literasi Dini (Sumber: Fimela.com)
Ilustrasi Literasi Dini (Sumber: Fimela.com)

Keterlibatan orang tua memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan literasi dini pada anak-anak. Orang tua seperti yang terlibat dalam kegiatan memperkaya literasi seperti menyanyi, mendongeng, dan menggambar dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan literasi awal anak-anak. Terdapat hubungan positif antara keterlibatan orang tua dan pemerolehan bahasa dan pengembangan membaca, dengan efek yang bertahan hingga tahun-tahun sekolah selanjutnya.  Interaksi terkait literasi ini tidak hanya mendorong paparan bahasa sejak dini tetapi juga membantu membentuk keterampilan dasar yang penting untuk kesuksesan akademik.

Secara khusus, keterlibatan orang tua berkontribusi pada prestasi akademik anak-anak dengan menciptakan lingkungan rumah yang kaya literasi, mendorong minat bahasa, dan memfasilitasi praktik membaca. Melalui keterlibatan orang tua di rumah, mereka dapat memodelkan keterampilan, terlibat dalam permainan pendidikan, dan memulai kegiatan literasi bersama anak.  Kegiatan promotof yang dapat dilakukan oleh orang tua yaitu membaca bersama, kunjungan perpustakaan, dan orang tua-guru komunikasi. Selain itu, interaksi keluarga seperti berbicara dan membaca dalam pengaturan sehari-hari memainkan peran penting dalam mengembangkan literasi anak. Selain  itu terdapat perilaku terkait literasi dasar yang harus dipupuk orang tua, seperti memaparkan anak-anak pada konsep cetak, mengembangkan sikap positif terhadap membaca, dan mendukung keterampilan pemantauan diri dan prediksi. Praktik-praktik tersebut  terbukti bermanfaat bagi kinerja akademik, kompetensi kognitif, kehadiran sekolah, dan perilaku.

Hanya saja sayangnya data menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam literasi awal di Indonesia masih relatif rendah. Bank Dunia (2013), melalui sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 6000 anak Indonesia berusia 4-6 tahun di 310 desa, menemukan bahwa sebagian besar anak tumbuh dalam keluarga di mana orang tua tidak pernah membacakan cerita kepada anak-anak mereka, dan banyak yang terpapar rangsangan bahasa awal seperti mengenali huruf, suara, dan kata-kata. Mendukung hal tersebut, sebuah studi oleh Solichah dan Fardana (2023) di Surabaya menemukan bahwa 48% orang tua memiliki tingkat keterlibatan yang rendah dalam kegiatan literasi dini, dan 37% lainnya berada pada tingkat sedang.

Provinsi Jawa Timur masih tergolong memiliki literasi rendah berdasarkan penilaian rendahnya minat membaca, kurangnya keterlibatan orang tua dan sekolah dalam menyediakan lingkungan literasi, dan kurangnya fasilitas membaca (Puslitjakbud, 2019; Solihin, 2019). Selain itu, Ruhaena (2013) menyoroti bahwa anak-anak di Surakarta sering membaca kurang dari 15 menit per hari dan tidak memiliki akses ke bahan bacaan di rumah. Temuan ini menekankan kebutuhan mendesak akan alat yang relevan secara budaya dan valid secara psikometri untuk mengukur dan mempromosikan keterlibatan orang tua di rumah di Indonesia. Temuan ini menekankan kebutuhan mendesak akan alat yang relevan secara budaya dan valid secara psikometri untuk mengukur dan mempromosikan keterlibatan orang tua berbasis rumah di Indonesia, sebuah kesenjangan yang ingin diatasi oleh penelitian ini.

Grolnick dan Slowiaczek (1994), memperkenalkan konsep keterlibatan orang tua dalam literasi awal dan mendefinisikannya sebagai dukungan orang tua untuk pembelajaran anak melalui pengalaman membaca dan menulis awal yang membentuk dasar untuk keberhasilan akademik nanti. Konsep keterlibatan berbasis rumah ini selanjutnya diadopsi oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) untuk mengembangkan item yang mencerminkan keterlibatan berbasis rumah oleh Grolnick dan Slowiaczek (1994). Selanjutnya, PIRLS 2011 mengembangkan instrumen keterlibatan orang tua yang diuji di seluruh negara dengan alfa Cronbach berkisar dari 0,70 (Republik Ceko, Hongaria, Italia, Oman) hingga 0,88 (Rumania), mengkonfirmasi keandalan lintas budaya yang kuat (Mullis et al., 2012; Mullis, 2013). Mengingat landasan teoretis yang kuat dan keandalan empiris, Skala Keterlibatan Berbasis Rumah berbasis PIRLS sangat cocok untuk adaptasi.

Hemmerechts et al. (2017) membangun kerangka kerja ini dengan mengoperasionalkan keterlibatan literasi orang tua menggunakan subset item turunan PIRLS, yang menunjukkan sifat psikometri yang andal di Norwegia dan Belgia. Punter et al. (2016) juga berkontribusi pada pengembangan Skala Keterlibatan Berbasis Rumah, yang didasarkan pada kerangka teoritis Grolnick et al. (1997). Studi lain juga menggunakan dimensi keterlibatan berbasis rumah dalam konteks yang beragam Park (2008); Hemmerechts (2018, 2021); DeWyngaert (2002). Meskipun telah direferensikan lebih dari 200 kali dan digunakan dalam konteks Eropa, instrumen berbasis PIRLS belum divalidasi atau diadaptasi secara budaya untuk digunakan di Indonesia. Mengingat nilai-nilai budaya, struktur keluarga, dan karakteristik linguistik masyarakat Indonesia yang unik, adaptasi yang tepat diperlukan untuk memastikan kesetaraan konseptual dan pengukuran yang akurat. Menerjemahkan skala ke dalam bahasa Indonesia tidak hanya melibatkan ketepatan linguistik tetapi juga kepekaan terhadap praktik dan norma pengasuhan lokal. Tanpa adaptasi seperti itu, ada risiko salah tafsir dan bias budaya dalam penilaian keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, adaptasi dan validasi Skala keterlibatan orang tua dalam perkembangan literasi dini berbasis rumah dalam konteks Indonesia dibutuhkan utuk memperkaya literatur lintas budaya tentang praktik literasi orang tua.

Terdapat beberapa indikator skala yang yang dapat mengukur aktivitas keterlibatan orang tua di rumah dalam meningkatkan literasi dini konteks Indonesia. Yaitu membaca buku, menceritakan cerita, menyanyikan lagu, bermain dengan abjad, membicarakan hal yang telah dilakukan, membicarakan hal yang telah dibaca, bermain kata dan menulis huruf atau kata.

Penulis: Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, S.Psi., M.Si.

Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada:

AKSES CEPAT