51动漫

51动漫 Official Website

Mengungkap Analisis Komprehensif Gen terkait Virulensi termasuk Sistem Sekresi dan Studi Asosiasi Genom

Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) diketahui menjadi penyebab utama kanker lambung, yang terus menjadi beban kesehatan di seluruh dunia. Faktor virulensi H. pylori dianggap mempunyai peran penting dalam berkontribusi terhadap perkembangan kanker lambung, terutama di wilayah berisiko tinggi dimana faktor inang dan lingkungan mendukung perkembangan kanker. Tingkat infeksi H. pylori dan prevalensi kanker lambung sangat bervariasi antar suku bangsa. Misalnya, di negara Asia Barat yang mempunyai strain H. pylori yang kurang ganas menyebabkan kejadian kanker lambung di wilayah ini lebih rendah dibandingkan dengan negara yang berada di Asia Timur.

Telah diungkap dalam banyak penelitian bahwa tingginya kejadian kanker lambung di Asia Timur adalah karena wilayah ini memiliki berbagai genotipe faktor virulensi yang kuat, seperti CagA, VacA, dan OipA. Mongolia, yang terletak di Asia Timur, memiliki beban kanker lambung tertinggi di dunia, dan seroprevalensi tingkat infeksi H. pylori mencapai 80,0% pada tahun 2018. Menariknya, sebagian besar pasien dispepsia Mongolia terinfeksi dengan strain yang kurang ganas dan banyak kasus kanker lambung ditemukan di lambung bagian atas. Fenomena paradoks ini dapat disebut sebagai 渢eka-teki Mongolia. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam untuk mengetahui penyebab ganasnya H. pylori di Mongolia.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Prof. Yoshio Yamaoka (Oita University) yang saat ini menjadi adjunct professor Fakultas Kedokteran UNAIR bersama tim melalukan penelitian untuk mengetahui bagaimana variasi genom H. pylori mempengaruhi penyakit lambung dan berkontribusi terhadap timbulnya kanker lambung. Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus Kuartil 1 yaitu Cancers. Peneliti mengidentifikasi sebanyak 274 gen terkait virulensi pada H. pylori, termasuk gen faktor virulensi dan protein membran luar, cluster gen sistem sekresi tipe empat, dan genotipe 13 gen virulensi yang sudah diketahui pada 223 strain H. pylori dan diidentifikasi hubungannya dengan kanker lambung serta penyakit terkait lambung lainnya. Studi asosiasi genom dilakukan pada 158 strain H. pylori (15 strain kanker lambung, dan 143 lainnya bukan strain kannker lambung).

Hasil penelitian menunjukkan dari 274 gen, terdapat 13 variasi gen tergantung pada outcome penyakit.Strain H. pylori dari Mongolia dibagi menjadi dua kelompok yaitu Subgroup 1 (Sg1) dengan risiko tinggi kanker lambung dan Sg2 dengan risiko kanker lambung rendah. Ciri umum strain Sg1 adalah mempunyai gen virulensi yang lebih ganas. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah strain H. pylori Mongolia yang sangat ganas mempunyai mekanisme adaptasi melalui variasi genom yang dipengaruhi oleh inang, sehingga berpotensi pada proses karsinogenesis lambung.

Penulis: Professor Yoshio Yamaoka, MD., PhD

Artikel lengkap dapat di akses di: https://doi.org/10.3390/cancers15184528

AKSES CEPAT