Spondilitis aksial (axSpA) adalah penyakit inflamasi kronis yang mempengaruhi tulang belakang dan sendi sakral, menyebabkan nyeri punggung dan kekakuan. Selain gejala yang mengganggu, pasien axSpA juga memiliki risiko kardiovaskular yang lebih tinggi akibat peradangan yang terus-menerus. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo, Surabaya, mengungkap hubungan antara keparahan penyakit dan kekakuan arteri pada pasien axSpA.
Apa Itu Spondilitis Aksial?
Spondilitis aksial adalah kondisi inflamasi kronis yang terutama mempengaruhi kerangka aksial, termasuk tulang belakang dan sendi sakral. Pasien axSpA sering mengalami kekakuan dan nyeri punggung yang kronis, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Prevalensi axSpA bervariasi di seluruh dunia, dengan angka yang signifikan di Asia Tenggara, Arktik, Amerika, Eropa, dan Asia Selatan.
Risiko Kardiovaskular pada Pasien axSpA
Pasien axSpA memiliki risiko kardiovaskular yang dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum. Risiko ini terkait dengan proses inflamasi kronis yang berperan penting dalam perkembangan penyakit kardiovaskular. Identifikasi dini risiko kardiovaskular pada pasien axSpA sangat penting untuk mencegah atau mengurangi beban ekonomi serta morbiditas dan mortalitas yang meningkat.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan dari Januari hingga Maret 2023 di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo. Sebanyak 30 pasien axSpA yang memenuhi kriteria ASAS diikutsertakan dalam penelitian ini. Data demografis, durasi pengobatan, dan skor keparahan penyakit diukur menggunakan skor mSASSS (modified Stoke Ankylosing Spondylitis Spine Score). Kekakuan arteri diukur menggunakan kecepatan gelombang nadi (PWV).
Hasil Penelitian
- Karakteristik Pasien: Dari 30 pasien, 23 (76,7%) adalah wanita dan 7 (23,3%) adalah pria. Usia rata-rata pasien adalah 43,33 tahun, dengan kelompok usia terbesar adalah 46-55 tahun.
- Durasi Pengobatan: Sebanyak 60% pasien telah menjalani pengobatan selama 1-5 tahun, sementara 40% lainnya lebih dari 5 tahun.
- Skor mSASSS: Skor mSASSS rata-rata adalah 18,60, dengan rentang 11,5 hingga 28,5. Tidak ada perbedaan signifikan dalam skor mSASSS berdasarkan jenis kelamin atau usia.
- Kekakuan Arteri: Skor PWV-R dan PWV-L menunjukkan kekakuan arteri yang lebih tinggi pada pasien dengan skor mSASSS yang lebih tinggi. Terdapat hubungan yang kuat antara skor mSASSS dan kekakuan arteri, menunjukkan bahwa semakin parah penyakit, semakin tinggi kekakuan arteri.
Diskusi
Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien axSpA, terutama wanita, memiliki risiko kardiovaskular yang signifikan. Kekakuan arteri yang diukur melalui PWV berkorelasi dengan keparahan penyakit yang diukur melalui skor mSASSS. Hal ini menekankan pentingnya pemantauan dan penanganan dini risiko kardiovaskular pada pasien axSpA untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.
Kesimpulan
Studi ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara keparahan penyakit dan kekakuan arteri pada pasien spondilitis aksial. Pemantauan dan penanganan dini risiko kardiovaskular sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien axSpA. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan ini, diharapkan lebih banyak pasien dapat menerima perawatan yang tepat dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.
Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi para profesional kesehatan dalam menangani pasien axSpA dan menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam perawatan pasien dengan kondisi inflamasi kronis.
Penulis: Awalia, dr., Sp.PD





