Penting adanya untuk mengembangkan metode ekstraksi yang tidak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu jalan yang menjanjikan adalah eksplorasi pelarut eutektik dalam Deep Eutectic Solvents (DES) sebagai media ekstraksi neoterik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi DES sebagai media ekstraksi neoterik untuk ekstrak bunga cengkeh yang kaya fenolik. Dua DES disintesis dengan mencampurkan kolin klorida dengan gliserol dan asam laktat dengan perbandingan molar 1:2. Profil termal campuran dianalisis menggunakan kalorimetri pemindaian diferensial, dan viskositas serta densitas diukur pada suhu yang berbeda. Kemudian senyawa fenolik dikarakterisasi secara kuantitatif untuk semua ekstraktan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi. Tak hanya itu, peneliti menentukan kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan ekstrak.
Dalam penelitian ini, potensi DES terpilih kemudian diselidiki terkait ekstraksi senyawa antioksidan dari bunga cengkeh. Setelah karakterisasi berhasil melalui berbagai analisis, termasuk penilaian DSC, FTIR, densitas, dan viskositas, DES disintesis dengan menggabungkan garam amonium kuaterner ChCl dengan gliserol atau asam laktat. Kisaran polaritasnya yang serbaguna dan kelarutannya yang kuat menjadikan DES sangat cocok sebagai pelarut ekstraksi untuk senyawa bioaktif, terutama antioksidan. Dibandingkan dengan ekstraksi metanol konvensional, yang menghasilkan ekstrak dengan kapasitas reduksi 5,67mg GAE/g, kedua ekstraktan DES menunjukkan kapasitas reduksi yang jauh lebih tinggi (DES1: 40,11 mg GAE/g, DES2: 30,67 mg GAE/g).
Hasil ini menunjukkan keunggulan yang jelas dari DES dibandingkan ekstraksi metanol. Selain itu, kedua DES menunjukkan aktivitas pembersihan radikal yang unggul (DES1: IC50 sebesar 22,16g/mL, DES2: IC50 sebesar 54,81g/mL) bila dibandingkan dengan ekstrak metanol (IC50 sebesar 57,6g/mL). Analisis HPLC menguatkan data aktivitas antioksidan, menunjukkan konsentrasi asam galat yang sedikit lebih tinggi pada ekstrak DES1 (6,62mg/L) dan DES2 (6,57mg/L), berbeda dengan ekstraksi metanol (6,56mg/L). Demikian pula, konsentrasi eugenol pada ekstrak DES1 (1,60 mg/L) dan DES2 (1,39 mg/L) lebih tinggi dibandingkan pada ekstrak metanol (1,32mg/L).
Temuan signifikan ini menegaskan kelayakan ekstraksi senyawa antioksidan dari bunga cengkeh menggunakan DES. Hal ini bisa dijadikan sebagai alternatif unggul dibandingkan pelarut organik. Namun, karakteristik viskositas DES yang lebih tinggi, menyebabkan keterbatasan perpindahan massa spesies bebas, mengakibatkan rendahnya konsentrasi dan hasil senyawa fenolik dalam penelitian ini. Untuk mengatasi hal ini, penambahan air sebagai pelarut lain yang ramah lingkungan dapat digunakan untuk memodifikasi atau secara signifikan mengurangi viskositas DES dengan pertimbangan bahwasannya air ini melemahkan interaksi antar dan intramolekul yang kuat antara komponen DES.
Penulis: Sonny Kristianto
Jurnal: Green extraction of phenolics using deep eutectic solvents: a promising neoteric method





