Dalam masyarakat multibahasa, penggunaan bahasa mencerminkan identitas dan dinamika sosial. Penelitian ini mengeksplorasi pola bicara pemuda dalam menggunakan bahasa lokal dan Bahasa Indonesia, serta sikap bahasa mereka di tengah keragaman linguistik. Melalui observasi partisipatif terhadap 78 mahasiswa dari wilayah timur Indonesia (Ambon, Mataram, Kupang) dan mahasiswa Jawa dari tiga universitas di Malang擴niversitas Merdeka, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, dan Universitas Kanjuruhan攑enelitian ini memberikan gambaran menarik tentang pergeseran bahasa dan strategi komunikasi yang mereka terapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa lokal tetap menjadi elemen penting dalam komunikasi sehari-hari, tetapi Bahasa Indonesia juga memiliki peran strategis sebagai penghubung nasional. Mahasiswa Jawa cenderung menggunakan bahasa Jawa, khususnya mahasiswa laki-laki yang lebih dominan berbicara dalam bahasa ibu mereka. Sebaliknya, mahasiswa perempuan Jawa lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari. Hal serupa juga ditemukan pada mahasiswa dari Indonesia Timur, seperti Ambon, yang menunjukkan preferensi serupa dalam penggunaan Bahasa Indonesia dibandingkan bahasa daerah mereka.
Fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran bahasa yang dipengaruhi oleh kebutuhan untuk beradaptasi dalam lingkungan sosial dan multikultural. Strategi komunikasi seperti penggunaan bahasa lokal untuk menjaga identitas, konvergensi untuk menyesuaikan diri, atau hibridisasi antara bahasa lokal dan Bahasa Indonesia menjadi cara yang signifikan dalam mendukung harmoni linguistik.
Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya menjaga eksistensi bahasa lokal di tengah arus globalisasi yang kerap mengancam keberlangsungannya. Upaya ini tidak hanya memperkaya keberagaman budaya, tetapi juga memperkuat peran Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Dengan memahami dinamika ini, generasi muda diharapkan mampu mengintegrasikan bahasa lokal dan nasional secara harmonis tanpa kehilangan identitas kulturalnya.
Penelitian ini membuka ruang diskusi tentang bagaimana pendidikan dan kebijakan bahasa dapat mendukung pelestarian bahasa lokal sekaligus mempromosikan semangat kebangsaan melalui penggunaan Bahasa Indonesia.
Nama Penulis: Nadya Afdholy, 51动漫, Indonesia
Link Jurnal:





