51动漫

51动漫 Official Website

Menilik Potensi Ektrak Lengkuas untuk Memperbaiki Kerusakan Paru Mencit

Timbal merupakan salah satu hasil samping pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang merupakan salah satu pencemar udara berbahaya karena kandungannya dampak buruk terhadap kesehatan hewan dan manusia. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi, kulit kontak, dan inhalasi. Konsentrasi residu timbal dalam jaringan hewan bergantung pada jalur masuk dan jenisnya durasi paparan polutan lingkungan dari udara, air, dan tanaman. Partikel timbal yang dihirup adalah yang paling menginduksi stres oksidatif yang signifikan dan respon pro-inflamasi di paru-paru karena paru-paru memiliki sifat yang sangat spesifik respons terhadap timbal.

Proliferasi sel pneumosit tipe II merupakan indikator alveolitis yang paling sensitif dan juga berfungsi sebagai mekanisme untuk memperbaiki kerusakan sel akibat cedera. Menghirup zat beracun seperti timbal, yang bisa mencapai alveoli, bias merusak sebagian besar lapisan alveolar, terutama sel pneumosit tipe I dan sel pneumosit tipe II yang terletak di septum interalveolar. Pneumosit tipe I, yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas, juga sangat sensitif terhadap kerusakan akibat radikal bebas dibandingkan dengan pneumosit tipe II. Namun, ketika pneumosit tipe I terluka, sel tipe II berdiferensiasi menjadi pneumosit tipe I. Oleh karena itu, pneumosit tipe II disebut juga sel progenitor yang bekerja dengan cara berkembang biak atau mengalikan untuk mempertahankan kerusakan.

Proliferasi yang berlebihan dapat menyebabkan penebalan septum interalveolar sehingga menyebabkan gangguan fungsi paru. Untuk meringankan kerusakan sel pneumosit, diperlukan antioksidan eksternal untuk menangkap dan menetralisir radikal bebas. Lengkuas merah (Alpinia Galanga) diketahui mengandung antioksidan berupa flavonoid, salah satunya quercetin yang merupakan antioksidan terbaik. Flavonoid dapat mengurangi kerusakan dengan cara menangkap radikal bebas dan ion transisi, sehingga membantu mengurangi dan mencegah aterosklerosis, kanker, dan peradangan kronis.

Kandungan flavonoid pada lengkuas merah (Alpinia Galanga) dapat mencegah pembentukan spesies oksigen reaktif (SOR) dengan cara mengoksidasi flavonoid dengan radikal dan menghasilkan radikal yang lebih stabil dan non-reaktif. Flavonoid menstabilkan ROS dengan bereaksi dengan senyawa radikal reaktif, bekerja mengurangi produksi radikal bebas karena kandungan gugus fenol sebagai metabolit sekunder. Semakin banyak gugus fenol maka semakin banyak pula yang mampu menangkap dan menghentikan pembentukan ROS.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek preventif ekstrak etanol lengkuas merah (Alpinia Galanga) terhadap nekrosis sel pneumosit tipe I dan proliferasi pneumosit paru tipe II pada mencit jantan (Mus musculus) yang terpapar kerusakan akibat timbal asetat. Sebanyak 25 ekor mencit jantan berumur 2,5-3 bulan dengan berat badan 25-30 g dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol negatif (K-) mendapat air minum tanpa paparan timbal asetat, sedangkan kelompok kontrol positif (K+) mendapat timbal asetat 20 mg/kg BB. Kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 diberi paparan timbal asetat dosis 20 mg/kg BB/hari dan mendapat ekstrak lengkuas merah dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB. B. Semua kelompok perlakuan diberikan ekstrak timbal dan etanol lengkuas secara oral dari hari ke 4 hingga 24 dengan takaran 0,2 ml/ekor. Uji statistik Mann-Whitney U menunjukkan adanya peningkatan signifikan nekrosis sel pneumosit tipe I dan proliferasi sel pneumosit tipe II pada paru mencit jantan (Mus musculus) yang dipapar timbal asetat (p<0,05). Pemberian ekstrak etanol lengkuas setelah paparan timbal asetat secara signifikan menurunkan nekrosis sel pneumosit tipe I dan proliferasi sel pneumosit tipe II (p<0,05). Ekstrak etanol lengkuas dosis tertinggi yaitu 800 mg/kg BB menunjukkan penurunan proliferasi sel pneumosit tipe II yang signifikan (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak lengkuas merah mempunyai efek preventif dalam mengurangi kerusakan pneumosit tipe I dan tipe II pada paru mencit jantan (Mus musculus) yang dipapar timbal asetat..

Penulis: Budiarto

Publish di jurnal: GSC Biological and Pharmaceutical Sciences (GSCBPS) 

Link artikel:

AKSES CEPAT