51动漫

51动漫 Official Website

Meningkatkan Harapan Hidup melalui Energi Terbarukan dan Investasi Kesehatan di ASEAN-5

Ilustrasi
Ilustrasi energi terbarukan (Foto: pajak.com)

Pembangunan ekonomi terus berkembang secara cepat dan signifikan dalam beberapa dekade terakhir dan terjadi di hampir seluruh negara di dunia. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh dunia saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Harapan hidup merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesejahteraan masyarakat. Sebuah penelitian terbaru yang berjudul 淓xamining the interplay between green technology, co2 emissions, and life expectancy in the asean5 countries: insights from the panel FMOLS and DOLS approaches yang merupakan kolaborasi dari beberapa peneliti dari berbagai universitas di dunia termasuk Dr. Miguel Angel Esquivias Padilla, M.SE, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan, meneliti tentang bagaimana adopsi teknologi hijau, emisi karbon dioksida, dan pengeluaran kesehatan secara signifikan mempengaruhi harapan hidup di ASEAN-5.
ASEAN-5 merupakan kawasan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan juga diiringi dengan peningkatan konsumsi energi yang signifikan. Dalam konteks ini, peningkatan pertumbuhan ekonomi diiringi dengan peningkatan emisi CO2. Sejak dua dekade terakhir, permintaan energi di kawasan ini meningkat rata-rata 3% per tahun, melebihi rata-rata global. Akibatnya, emisi CO鈧 meningkat hingga 3% per tahun, jauh di atas angka global 1%. Dengan meningkatnya emisi CO2 maka kualitas udara dan kesehatan masyarakat akan terdampak yang juga akan berakhir dengan harapan hidup yang juga terpengaruh. Hal ini mendorong kebutuhan untuk memahami bagaimana berbagai faktor, termasuk pengeluaran kesehatan dan teknologi hijau, dapat memitigasi dampak ini.
Penelitian ini menggunakan data dari tahun 1995 hingga 2020 dengan menggunakan pendekatan Fully Modified Ordinary Least Squares (FMOLS), Dynamic Ordinary Least Squares (DOLS), dan Cross Sectional Autoregressive Distributed Lag (CS-ARDL). Dalam hal ini, metode ini akan mengevaluasi hubungan jangka panjang dan pendek antara variabel seperti teknologi hijau, emisi CO2, pengeluaran kesehatan. dan produk domestik bruto terhadap angka harapan hidup.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi teknologi hijau secara konsisten mempengaruhi harapan hidup di kawasan ASEAN-5 terutama di Singapura dan Filipina. Dalam konteks ini, adaptasi teknologi hijau akan membantu mengurangi polusi udara yang mana merupakan faktor yang vital dan menjadi penyebab utama penyakit pernapasan. Oleh karena itu, dengan berkurangnya tingkat polusi maka kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat.
Selain itu, berdasarkan hasil penelitian, emisi CO2 memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia. CO2 merupakan penyebab utama yang berkontribusi pada perubahan iklim. Perubahan pola iklim dapat menyebabkan kejadian cuaca ekstrim, gelombang panas, pola penyakit yang berubah yang mana akan menimbulkan risiko pada kesehatan. Dalam hal ini, CO2 secara signifikan mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat yang mana akan berdampak pada harapan hidup masyarakat itu sendiri. Meskipun tingkat signifikansi bervariasi di antara model yang digunakan, pengamatan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan yang membutuhkan perhatian dari banyak pihak. Hal ini juga menyiratkan pentingnya kebijakan yang komprehensif, yang memprioritaskan praktik berkelanjutan, kemajuan kesehatan, dan kemakmuran ekonomi untuk mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi harapan hidup secara menyeluruh.
Selain itu, pengeluaran kesehatan juga berperan penting dalam meningkatkan harapan hidup, terutama di Thailand dan Filipina. Dengan meningkatkan investasi dalam infrastruktur kesehatan, masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik ke layanan medis, fasilitas kesehatan, dan pengobatan preventif. Hal ini membantu mengurangi angka kematian dan memperpanjang usia harapan hidup.
Pertumbuhan ekonomi juga memberikan dampak positif terhadap harapan hidup, terutama di Thailand, Filipina, dan Singapura. Peningkatan pendapatan yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi memungkinkan masyarakat mengakses kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, perumahan layak, dan sanitasi yang lebih baik. Namun, penting untuk mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dari beberapa hasil yang didapatkan dari penelitian ini, maka peneliti memberikan beberapa rekomendasi kebijakan penting bagi negara-negara ASEAN-5, antara lain:

  1. Meningkatkan adopsi teknologi hijau. Dalam hal ini pemerintah perlu memberikan insentif seperti pemotongan pajak dan subsidi untuk energi terbarukan. Hal ini akan mendorong penggunaan teknologi hijau yang ramah lingkungan dan secara tidak langsung juga akan meningkatkan kesehatan masyarakat.
  2. Menurunkan emisi CO2. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat kebijakan untuk mengurangi emisi seperti transisi ke energi bersih. Hal ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
  3. Meningkatkan investasi di bidang kesehatan. Pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor kesehatan.
  4. Mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini memberikan pandangan yang berharga tentang bagaimana ASEAN-5 dapat mengatasi tantangan lingkungan dan kesehatan yang saling terkait. Dengan mengadopsi kebijakan yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, pengurangan emisi, dan investasi di bidang kesehatan, negara-negara ini dapat menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, kawasan ini tidak hanya dapat mengatasi tantangan lokal tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.

Artikel selengkapnya :

AKSES CEPAT