51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Meningkatkan Pengetahuan Wanita Menopause Dalam Menghentikan Kontrasepsi Secara Mandiri Melalui Model Edukasi

Ilustrasi Wanita Menopause (foto: dok istimewa)

Wanita berusia 40“52 tahun merupakan usia masuk menopause, yaitu masa wanita mengalami berakhirnya fungsi reproduksi ditandai dengan berhentinya menstruasi. Pada masa ini wanita tidak akan mengalami kehamilan sehingga tidak dibutuhkan lagi alat kontrasepsi. Beberapa tanda dan gejala yang bisa dikenali manakala memasuki usia menopause akibat perubahan hormonal adalah rasa panas, gangguan tidur, keringat malam, mudah tersinggung dan gangguan kognitif ringan. Pada kenyataannya wanita tidak tidak mengetahui bahwa dirinya sudah menopause, hingga tetap mamakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Data awal penelitian masih terdapat wanita yang aktif memakai alat kontrasepsi pada usia memasuki menopause, meskipun angka pemakai kontrasepsi tidak banyak. Hali ini dipengaruhi oleh beberapa sebab yang berakibat terhadap kurangnya pengertahuan wanita usia menopause. Pengetahuan ini dipengaruhi oleh usia perempuan, jumlah anak yang masih hidup, tingkat pendidikan, status ekonomi, dan akses terhadap informasi.
Di Indonesia ada beragam metode kontrasepsi yang banyak diminati oleh wanita yaitu metode kontrasepsi jangka pendek yaitu pil dan suntikan. Kontrasepsi jangka Panjang intra uterine device (IUD) dan implant. Efek samping pemakaian kontrasepsi beragam diantaranya gangguan pada siklus menstruasi hingga terjadinya amenorhoe atau tidak menstruasi. Efek samping ini sering ditemukan pada wanita yang memakai kontrasepsi hormonal. Tanda dan gejala menopause yang kurang dimengerti wanita diusia mendekati menopause, wanita mengalami keluhan yang dianggap keluhan karena usia tua. Wanita tidak menyadari bahwa gejala tersebut akibat menopause. Tanda dan gejala menopause yaitu perubahan siklus menstruasi, hot flashes / perasaan panas, rambut rontok, kulit kering, payudara kendur, berat badan bertambah, perubahan seksual, gangguan tidur dan masalah mental emosional. Tingkat pengetahuan dan perilaku kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu usia, tingkat ekonomi, derajat pendidikan, jarak rumah ke institusi kesehatan dan disposable personal income (DPI) (He et al., 2016).
Menurut Susilawati et all, 2023, wanita dengan pemahaman yang komprehensif tentang menopause dapat membuat keputusan yang tepat tentang penghentian kontrasepsi secara mandiri. Pengetahuan yang memadai sangat penting bagi wanita untuk mengenali status infertilitas mereka. Setelah wanita mengalami menopause maka kehamilan tidak mungkin terjadi. Gejala fisik yang dapat diamati oleh wanita yang mengalami menopause adalah tidak terjadi menstruasi, perasaan panas (hot flashes), gangguan pola tidur, sering berkeringat terutama malam hari rambut rontok, kulit kering, payudara kendur dan berat badan bertambah. Aspek psikologi wanita mengalami mudah tersinggung, gangguan tidur, masalah mental emosional dan gangguan kognitif ringan . Ketidakpastian atau kegagalan mengidentifikasi gejala menopause dapat menyebabkan wanita terus menggunakan kontrasepsi tanpa perlu memperhatikan tanda dan gejala menopause yang dialami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang meningkat berkorelasi dengan perilaku kesehatan yang lebih baik. Kurangnya kesadaran tentang gejala menopause sering kali menyebabkan keterlambatan dalam mendiagnosis perimenopause dan menerima saran serta pengobatan yang tepat. Pengetahuan yang diperoleh melalui intervensi pendidikan kesehatan (health education) memungkinkan wanita untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang tanda-tanda, gejala, dan dampak menopause. Memberikan health education tentang gejala menopause pada wanita yang memasuki rentang usia menopause, memberdayakan mereka untuk membuat pilihan secara mandiri merupakan tindakan tepat untuk penghentian kontrasepsi yang selama ini masih terus-menerus digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang komprehensif tentang menopause dan kontrasepsi dapat mengurangi kebingungan dan ketidakpastian selama fase siklus hidup wanita.

Penulis: Lailatul Fadliyah, S.ST., M.Kes
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://hehp.modares.ac.ir/browse.php?a_id=74592&sid=5&slc_lang=en&html=1

2024 Health Education and Health Promotion
Tarbiat Modares University

ISSN: 23452897, 25885715

AKSES CEPAT