51动漫

51动漫 Official Website

Meninjau Kembali Dampak Ketidakseimbangan Ukuran Meja dan Kursi terhadap Kesejahteraan Manusia

Ilustrasi by SiDU
Ilustrais by SiDU

Belakangan ini kerap kali kita temui berbagai kedai kopi atau tempat-tempat yang selayaknya nyaman dan cocok digunakan oleh pemuda-pemudi untuk mengerjakan tugas-tugas atau berdiskusi kelompok dengan jangka waktu yang cukup lama. Bahkan pekerja kantoran pun tidak jarang kita temui di berbagai kedai kopi hanya untuk sekadar berdiskusi perihal suatu pekerjaan tertentu dengan rekan kerjanya yang lain. Salah satu masalah yang kerap kita abaikan adalah perihal ketimpangan ukuran meja dan kursi yang bisa menyebabkan gangguan tulang seperti skoliosis, kifosis, atau lordosis.

Pada kasus ini terdapat korelasi antara ilmu ergonomi dan ilmu kesehatan dimana keduanya akan saling berkaitan yang nantinya akan berpengaruh terhadap postur tubuh seseorang. Ergonomi sendiri memiliki arti sebagai ilmu, seni, dan penerapan teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktivitas maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia baik fisik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik (Tarwaka, 2015).

Ergonomi diaplikasikan pada banyak bidang untuk mengetahui kesesuaian terhadap suatu hal sehingga dapat tercipta produktivitas. Ilmu kesehatan sendiri adalah bidang ilmu yang berfokus pada pemahaman, pemeliharaan, dan perbaikan kesehatan manusia melalui berbagai metode, seperti diantaranya adalah penelitian ilmiah, pendidikan, kebijakan publik dan intervensi klinis.

Ditinjau melalui Teknik Industri maka ilmu ergonomi memainkan peran cukup penting dalam perancangan meja dan kursi yang ergonomis untuk dapat menyesuaikan dengan beragam ukuran tubuh manusia sehingga dapat mengurangi risiko cedera pada tulang manusia. Ergonomi berperan untuk memperhatikan posisi alami tubuh manusia, gerakan yang nyaman, dan distribusi beban yang tepat.

Ergonomi tidak akan terlepas dari antropometri yang turut berperan penting didalamnya karena untuk mendesain produk secara ergonomis yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau mendesain produk yang ada pada lingkungan haruslah disesuaikan dengan antropometri manusia yang ada di lingkungan tersebut. Sedangkan anthropometer sendiri adalah suatu alat penting yang digunakan dalam mengumpulkan data antropometri yang kemudian digunakan untuk mengukur dimensi tubuh manusia, seperti tinggi badan, panjang lengan, dan lebar bahu agar perancangan tersebut menjadi ergonomis.

Ergonomis atau tidaknya suatu benda dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia sama dengan ketika proporsi meja dan kursi tidak proporsional dengan tubuh manusia, beberapa hal akan menjadi hal yang serius seperti gangguan pada lengan, leher, dan tulang belakang tubuh manusia. Gangguan pada tubuh manusia bisa jadi diawali dengan timbulnya rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu sehingga dapat menghambat aktivitas manusia yang kemudian jika gangguan ini diabaikan maka dapat menjadi gangguan kesehatan yang serius, seperti skoliosis, kifosis, dan, lordosis yang sering terjadi di masyarakat sekitar.

Kifosis adalah penyimpangan postur dalam bidang sagittal yang disebabkan oleh beberapa faktor kongenital, sikap tubuh yang salah pada saat bekerja dan berolahraga, serta kesalahan tubuh saat beraktivitas seperti duduk, berdiri dengan tubuh membungkuk dalam waktu lama dan statis. Lalu yang terakhir adalah lordosis dimana hal ini akan terjadi ketika tulang belakang memiliki lengkungan berlebih ke arah depan di daerah leher atau pinggang. Postur tubuh yang tidak benar dan kebiasaan buruk dalam kegiatan sehari-hari, seperti duduk atau berdiri dengan posisi yang tidak alami, dapat menyebabkan perkembangan lordosis.

Pengaruh ketimpangan ukuran meja dan kursi terhadap kesehatan manusia menyoroti pentingnya perhatian terhadap desain ergonomis dalam lingkungan kerja dan belajar. Dengan memperhatikan ergonomi dalam pemilihan dan pengaturan perabotan, kita dapat mengurangi risiko cedera dan masalah kesehatan tulang belakang yang berkaitan dengan posisi duduk yang tidak benar, serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas secara keseluruh.

Penulis: Hasna Mazaya Anandafa

AKSES CEPAT