UNAIR NEWS – Jumlah penduduk lanjut usia meningkat pesat dengan bertambahnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Pada tahun 2030, hampir satu per lima warga Indonesia akan berusia lebih dari 60 tahun. Hal tersebut menjadi kabar baik dan menimbulkan persoalan baru khususnya dalam isu kesehatan dan layanan farmasi. Prof Dr apt Yulistiani Dra menjawab tantangan tersebut dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar 51动漫 (UNAIR). Pengukuhan berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus MERR – C UNAIR pada Kamis (15/5/2025).
Peran Penting Farmasis Klinik untuk Lansia
Guru besar bidang ilmu farmasi klinik geriatri itu menyebut penggunaan obat pada lansia perlu perhatian khusus. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis tubuh membuat respons terhadap obat berbeda. Lansia dengan lebih dari satu penyakit harus mengkonsumsi banyak jenis obat sekaligus.

Risiko interaksi antar obat, efek samping, bahkan kesalahan penggunaan obat dapat terjadi. Oleh karena itu, sistem pelayanan kesehatan termasuk pelayanan farmasi perlu bertransformasi agar bisa lebih aman dan tepat sasaran. 淪aat ini, terdapat pergeseran paradigma perawatan pasien lanjut usia. Tidak hanya berfokus pada perawatan penyakit biologis, tapi harus seimbang terhadap manajemen penyakit dan kerentanan biososial pasien, katanya.
Pilar Transformasi Farmasi Klinik Geriatri
Pelayanan farmasi klinik geriatri ideal terwujud melalui tiga pilar utama. Pertama, kebijakan dan regulasi yang mendukung peran farmasis klinik dalam tim pelayanan kesehatan. Kedua, peningkatan kompetensi farmasis melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital dan sistem informasi kesehatan.
Ketiga, sistem informasi terintegrasi membantu dalam memantau terapi, mendeteksi dini risiko efek samping, dan memberikan data yang akurat kepada tenaga medis. 淒engan transformasi layanan klinik dapat mencapai beberapa manfaat signifikan dalam meningkatkan keamanan terapi obat pada pasien lanjut usia, tuturnya.
Pendekatan yang lebih komprehensif dan integratif layanan farmasi klinik geriatri sangat diperlukan. Layanan farmasi klinik geriatri tidak hanya berbicara soal obat yang dibagikan, tapi juga harus menilai kebutuhan, memantau hasil, dan memberikan edukasi secara berkelanjutan.
Dengan kerja sama yang baik antara farmasis, dokter, perawat, dan keluarga pasien, kita bisa merancang terapi obat yang aman dan efektif bagi lansia. 淭ransformasi layanan farmasi klinik geriatri bukanlah suatu pilihan, tapi menjadi kebutuhan. kualitas hidup yang layak dan bermartabat, jelasnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Yulia Rohmawati





