Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana akuntabilitas dan transparansi keuangan memengaruhi kinerja keuangan dan non-keuangan organisasi nirlaba (non-profit organizations/NPO) di Indonesia. Organisasi nirlaba memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan sosial. Namun, karena mereka mengelola dana dari publik atau donatur, akuntabilitas dan transparansi menjadi dua hal utama yang sangat diperhatikan dalam pengelolaannya. Tanpa kedua aspek ini, kepercayaan publik dapat menurun dan berdampak pada kelangsungan organisasi tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 125 organisasi nirlaba di berbagai kota di Indonesia. Responden yang terlibat dalam survei ini adalah manajer atau pengelola utama di organisasi tersebut. Penelitian menggunakan model analisis Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS), yang berguna untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antarvariabel. Variabel utama dalam penelitian ini adalah akuntabilitas, transparansi keuangan, serta kinerja keuangan dan non-keuangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi keuangan. Artinya, semakin tinggi tingkat akuntabilitas suatu organisasi, semakin tinggi pula kemungkinan mereka menyampaikan informasi keuangan secara terbuka dan dapat dipercaya. Selain itu, baik akuntabilitas maupun transparansi terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dan non-keuangan organisasi nirlaba. Kinerja keuangan mencakup kemampuan organisasi dalam mengelola dana secara efisien dan bertanggung jawab, sedangkan kinerja non-keuangan mencakup pencapaian tujuan sosial, hubungan dengan pemangku kepentingan, serta peningkatan reputasi organisasi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa transparansi keuangan memiliki efek mediasi yang signifikan antara akuntabilitas dan kinerja organisasi. Ini berarti, organisasi yang memiliki tingkat akuntabilitas tinggi akan cenderung lebih transparan, dan transparansi inilah yang kemudian memperkuat dampak positif terhadap kinerja. Dengan kata lain, akuntabilitas yang tidak dibarengi dengan transparansi mungkin belum cukup untuk meningkatkan kinerja secara maksimal.
Dari temuan tersebut, terdapat beberapa implikasi penting bagi pengelola organisasi nirlaba. Pertama, manajemen harus membangun sistem pelaporan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan, karena hal itu akan meningkatkan kepercayaan donatur dan masyarakat umum. Kedua, organisasi harus menyampaikan informasi keuangan secara jujur, lengkap, dan tepat waktu, karena transparansi ini menjadi jembatan penting untuk menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai akuntabilitas. Ketiga, untuk mencapai kinerja optimal, organisasi nirlaba tidak cukup hanya berfokus pada penggunaan dana secara efisien, tetapi juga perlu memastikan bahwa kegiatan sosial yang mereka lakukan memberikan dampak yang nyata dan terukur bagi masyarakat.
Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman tentang pentingnya tata kelola organisasi nirlaba di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini juga menegaskan bahwa dua elemen penting tata kelola攁kuntabilitas dan transparansi攖idak hanya berdampak pada sisi keuangan, tetapi juga memperkuat kinerja sosial organisasi. Penelitian ini juga memperkaya literatur dengan menguji peran mediasi transparansi keuangan, yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya.
Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan. Pertama, data dikumpulkan melalui kuesioner yang bersifat self-report, sehingga mungkin terdapat bias dari responden. Kedua, jumlah sampel relatif terbatas dan belum mewakili seluruh wilayah atau jenis organisasi nirlaba di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mencakup jumlah organisasi yang lebih besar, serta menggunakan pendekatan kualitatif atau studi kasus untuk menggali lebih dalam praktik akuntabilitas dan transparansi di lapangan.
Kesimpulannya, akuntabilitas dan transparansi keuangan adalah dua faktor utama yang saling berhubungan dan sama-sama berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi nirlaba, baik dari sisi keuangan maupun pencapaian sosial. Transparansi juga memperkuat hubungan antara akuntabilitas dan kinerja, sehingga kedua aspek ini tidak bisa dipisahkan. Bagi organisasi nirlaba yang ingin berkelanjutan dan dipercaya publik, membangun budaya akuntabilitas dan transparansi adalah langkah kunci menuju kesuksesan jangka panjang.
Penulis:
Mustika Winedar
Bambang Tjahjadi
Journal terindeks scopus: Compensation & Benefit Review





