51动漫

51动漫 Official Website

Menteri Koperasi RI Hadirkan Kuliah Umum di UNAIR, Tekankan Koperasi sebagai Fondasi Ekonomi

Menteri Koperasi RI, Dr Ferry Juliantono SE Ak MSi saat memberikan kuliah umum di acara Indonesia Punya Kamu 2025, di gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C 51动漫. Senin (24/11/2025) (Foto: PHMP UNAIR)
Menteri Koperasi RI, Dr Ferry Juliantono SE Ak MSi saat memberikan kuliah umum di acara Indonesia Punya Kamu 2025, di gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C 51动漫. Senin (24/11/2025) (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS – Menteri Koperasi RI, Dr Ferry Juliantono SE Ak MSi, menegaskan kembali pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi nasional dalam kuliah umum 淚ndonesia Punya Kamu 2025 yang berlangsung pada hari Senin (24/11/2025) di gedung Airlangga Convention Center () Kampus MERR-C 51动漫. Dalam paparannya, ia menjelaskan dasar konstitusional koperasi serta perkembangan kondisi ekonomi yang membuat peran koperasi kembali menjadi prioritas pemerintah.

Koperasi dan Karakteristik Masyarakat Indonesia 

Dr Ferry juga menjelaskan bahwa koperasi memiliki landasan kuat dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia menekankan bahwa nilai yang melekat pada koperasi selaras dengan karakter masyarakat Indonesia. 淜operasi cocok dengan nilai-nilai bangsa kita yakni kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong. Itulah sebabnya para pendiri bangsa menempatkannya sebagai badan usaha yang paling relevan untuk mewakili amanat Pasal 33, ujarnya.

Ia memaparkan bahwa perjalanan ekonomi Indonesia mengalami perubahan besar sejak krisis 1998, ketika pemerintah menandatangani Letter of Intent bersama International Monetary Fund (IMF). Perubahan tersebut mendorong mekanisme pasar bebas, yang membuat negara semakin minim peran dan memunculkan dominasi pelaku pasar besar. 淪ejak itu, banyak sektor ekonomi bergeser ke sistem pasar bebas. Tengkulak, pinjol, dan pelaku pasar besar makin mendominasi. Koperasi dan pelaku kecil perlahan tersisih, jelasnya.

Dalam paparannya, Bapak Menteri menyampaikan bahwa fenomena tersebut menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebar. Koperasi tercatat memiliki total aset Rp293 triliun, jauh di bawah BUMN dan korporasi besar yang mencapai ribuan triliun. Menurutnya, fakta ini menunjukkan perlunya intervensi pemerintah untuk mengembalikan peran koperasi.

淎set koperasi kita tidak sebanding dengan BUMN maupun konglomerasi swasta. Ini menunjukkan betapa besar ketimpangan yang harus kita kejar bersama, tuturnya.

Sinergi Koperasi dari Desa

Sebagai langkah strategis, pemerintah menetapkan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang memiliki target akan berdiri di seluruh Indonesia. Program ini dicanangkan melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Kemudian dengan instruksi percepatan pembangunan fisik serta sarana pendukung.

淧residen mengamanatkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Ini instrumen agar masyarakat desa tidak lagi hanya menjadi objek ekonomi, tetapi menjadi subjek yang memiliki akses produksi dan permodalan, tegasnya.

Tak luput beliau juga menjelaskan bahwa koperasi desa memiliki tiga fungsi utama yakni menjadi penyalur kebutuhan pokok masyarakat, menjadi off-taker hasil produksi desa, serta membantu efektivitas penyaluran bantuan pemerintah. Ia menegaskan bahwa lewat koperasi desa, rantai pasok dan kesejahteraan masyarakat dapat dibangun secara lebih merata dan berkelanjutan.

Melalui kuliah umum ini, pemerintah berharap mahasiswa memahami pentingnya koperasi sebagai fondasi ekonomi yang inklusif. Ia menutup pemaparan dengan ajakan untuk melihat kembali jati diri perekonomian bangsa yang berakar pada semangat gotong royong.

Penulis: Samudra Luhur
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT