Pada individu dengan celah bibir dan palatum yang disertai celah alveolar. Maka, akan ada tahapan untuk menutup celah alveolar dengan prosedur cangkok tulang alveolar. Sumber cangkok tulang alveolar dapat berasal dari tulang autologous, tulang xenologous (berasal dari spesies yang berbeda), ataupun menggunakan material pengganti tulang (aloplastik).
Tulang Autologus
Tulang autologous telah menjadi sumber pilihan untuk prosedur cangkok tulang alveolar. Namun material pengganti aloplastik dapat menjadi sumber alternatif prosedur cangkok tulang alveolar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil antara tulang autologous dengan material pengganti aloplastik sebagai sumber prosedur cangkok tulang alveolar.
Studi meta analisis ini memanfaatkan delapan web database. Uji coba kontrol acak atau randomized controlled trial (RCT) dan non-RCT dimasukkan dalam studi ini. Pasien celah bibir dan palatum yang disertai dengan celah alveolar dan memiliki data volume cangkok tulang dalam waktu 6-12 bulan pasca intervensi pada studi pencitraan computerized tomography (CT scan) dan/atau cone beam CT scan diinklusikan dalam studi ini.
Terdapat hanya tiga penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dari total 5037 studi yang teridentifikasi pada delapan web database. Hasil penilaian volume cangkok tulang pada studi pencitraan computerized tomography (CT scan) dan/atau cone beam CT scan dalam waktu 6-12 bulan pasca intervensi menunjukkan, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada volume cangkok tulang antara cangkok tulang autologus dan material pengganti aloplastik ( nilai estimasi model fixed effect = 0,21; interval kepercayaan −0,301“0,730; P = 0,414).
Keterbatasan studi meta analisis ini mencakup ukuran sampel penelitian yang kecil, kemungkinan bias yang tinggi di antara penelitian yang disertakan, dan penggunaan bahan aloplastik yang berbeda pada setiap penelitian yang disertakan.
Cangkok tulang autologus dan material pengganti aloplastik menunjukkan efektivitas serupa pada pencangkokan tulang alveolar. Studi uji klinis lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan intervensi serupa diperlukan sebagai bukti lebih lanjut untuk tinjauan di masa mendatang.
Penulis: Dr. Indri Lakhsmi Putri, dr., Sp.BP-RE.
Baca juga: Spektroskopi Impedansi Listrik sebagai Alat Deteksi Porositas Tulang





