51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Suplementasi Pakan pada Kesehatan Anak Sapi

Ilustrasi sapi (sumber: Kompasiana)

Pencegahan terhadap penyakit menular, seperti diare dan penyakit pernapasan, merupakan perhatian utama dalam manajemen anak ternak. Terutama anak sapi yang masih tidak memiliki sistem kekebalan tubuh bawaan. Sistem kekebalan tubuh ini berkembang secara bertahap selama masa penyapihan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan anak sapi selama masa menyusui sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidupnya. Meskipun kemajuan dalam mengembangkan vaksin telah tercapai dan meningkatkan praktik manajemen serta protokol pengobatan. Penyakit pada anak sapi selama periode pra-penyapihan, seperti diare dan pneumonia, tetap menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Antibiotik dapat menjadi pilihan hewan untuk mencegah masalah tersebut, tetapi penggunaannya dapat berkontribusi pada resistensi patogen pada manusia. Oleh karena itu, alternatif lain seperti pemberian probiotik dan prebiotik saat ini semakin populer.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi inang ketika diberikan dalam jumlah yang memadai. Beberapa strain bakteri asam laktat (BAL) yang termasuk dalam genus Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Enterococcus sangat bermanfaat bagi inang dan telah banyak orang gunakan sebagai probiotik dalam produksi ternak. Sebuah penelitian terbaru pada kesehatan anak sapi yang baru lahir menunjukkan kolonisasi usus oleh Lactobacillus spp. Kolonisasi itu terjadi selama pada tujuh hari pertama kehidupan. Temuan ini memverifikasi hipotesis bahwa kolonisasi awal BAL pada ekosistem usus dapat menurunkan organisme yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mukosa usus. Penelitian sebelumnya telah mengindikasikan bahwa Lactobacillus spp. telah terbukti meningkatkan pertambahan berat badan anak sapi dan kompetensi kekebalan tubuh.

BAL yang 渕ati karena panas, seperti Lactobacillus acidophilus atau Lactobacillus plantarum, tidak hanya memiliki masa simpan yang lebih lama, tetapi juga meningkatkan imunomodulasi dan menstimulasi aktivitas fagositosis pada makrofag secara lebih efektif daripada BAL yang masih hidup. Baru-baru ini kami melaporkan efek suplementasi pakan dengan Lactobacillus sakei HS-1 yang 渄imatikan dengan panas (HK-LS HS-1) pada usia 7 hari, yang berpotensi bermanfaat untuk meningkatkan mikroba usus.

Penyapihan merupakan langkah penting dalam manajemen anak sapi dan berbagai metode di peternakan sapi potong dan sapi perah. Selama penyapihan, anak sapi terpapar pada beberapa faktor stres yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit dan mengurangi produksi, sehingga menurunkan berat badan. Hormon Anti-M眉llerian (AMH) tersekresikan oleh antral folikel dalam ovarium dan mungkin berhubungan positif dengan kesuburan dan kinerja reproduksi hewan setelah pematangan seksual. Laporan menunjukan bahwa AMH menurun pada anak sapi Wagyu pada usia sekitar tiga bulan. Kami berasumsi bahwa salah satu penyebab dari fenomena khas pada sapi Wagyu betina ini adalah stres penyapihan. Stres tersebut bisa berupa peningkatan kerentanan terhadap penyakit pada usia sekitar dua hingga tiga bulan. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa ini adalah suplemen yang berguna untuk anak sapi Wagyu. Suplemen itu tidak hanya untuk mencegah penyakit, tetapi juga untuk mengatur tingkat AMH pada periode sebelum dan sesudah penyapihan.

Penulis : Oky Setyo Widodo, drh., M.Si

Link :

AKSES CEPAT