Air layak minum merupakan kebutuhan utama manusia. Untuk mendapatkan air layak minum, metode filtrasi menggunakan butiran karbon aktif banyak diaplikasikan pada system penyaringan air. Akan tetapi, untuk penyaringan air, karbon aktif dalam bentuk serbuk kurang efektif dikarenakan bakteri dan kotoran masih bisa lewat melalui celah antar butiran karbon aktif. Oleh karena itu, butiran karbon aktif perlu dipadatkan untuk meminimalisir celah yang terbentuk. Metode pemadatan karbon aktif masih terhitung mahal dan memerlukan peralatan yang canggih untuk prosesnya. Artikel ini mengemukakan proses pemadatan karbon aktif menggunakan teknologi yang terjangkau dan ekonomis.
Metode pembuatan karbon aktif berbentuk silinder dilakukan dengan menggunakan membrane polyethersulfone sebagai bahan perekat dengan berbagai konsentrasi. Proses karakterisasinya silinder karbon aktif menggunakan metode mikrofiltrasi pada air yang mengandung bakteri dan logam berat. Morfologi permukaan juga dianalisa untuk mengetahui bentuk permukaan pada silinder karbon aktif. Hasil percobaan menunjukkan silinder karbon aktif memiliki kemampuan dalam mikrofiltrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan butiran karbon aktif.
Metode sederhana pembuatan silinder karbon aktif menggunakan membran polyethersulfone ini sesuai untuk diterapkan pada negara berkembang dan berguna untuk meningkatkan kualitas air minum.
Penulis: Gunawan Setia Prihandana
Unit kerja: Prodi Teknik Industri, FTMM-Unair
Link:





