51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mewaspadai Asimetri Kekuatan Eksentrik Hamstring Atlet Muda Handball untuk Mengurangi Risiko Cedera

ilustrasi handball (foto: dok istimewa)

Handball atau olahraga bola tangan merupakan olahraga yang cukup populer ditingkat dunia, dan mulai berkembang di Indonesia. Olahraga ini menggabungkan berbagai gerakan seperti lari, melempar, melompat, dan menggiring bola ke gawang lawan. Tuntutan performa permainan yang cukup tinggi dan kontak fisik antar pemain sering mengakibatkan insiden cedera pada pemain handball. Persentase cedera pada pemain handball tercatat mencapai 82,2% pada olimpiade musim panas 2021. Tingginya angka cedera tidak hanya berdampak pada performa pemain dan tim, tetapi juga kualitas hidup atlet. Oleh karena itu, perlu upaya mengurangi risiko cedera ulang maupun cedera baru selama pelatihan dan kompetisi.

Pemantauan riwayat cedera para pemain penting dilakukan bagi pemain. Pendekatan pencegahan yang proaktif salah satunya dengan memperhatikan performa fisik melalui tes kekuatan otot secara spesifik, terutama pada otot hamstring, yang berperan penting dalam stabilisasi sendi dan kelincahan. Salah satu parameter kekuatan otot yang telah banyak dianalisis oleh para peneliti adalah asimetri kekuatan otot yang merupakan perbandingan kekuatan otot antara sisi kanan dengan kiri. Hasil asimetri kekuatan otot dapat dilihat dari nilai persentase ketidakseimbangan otot dengan nilai normatif dari penelitia sebelumnya sebesar <10%.  Nilai asimetri yang lebih tinggi pada otot hamstring, artinya perbedaan kekuatan otot kanan dan kiri lebih besar dari normal, maka hal tersebut  dapat meningkatkan risiko cedera berulang dan mempengaruhi performa pemain. Oleh karena itu, sangat penting bagi tim handball untuk secara rutin mengevaluasi dan menangani ketidakseimbangan otot, terutama setelah atlet mengalami cedera.

Penelitian observasional telah dilakukan pada remaja yaitu 46 laki-laki dan 36 perempuan pemain handball di Surabaya, Indonesia, dengan membandingkan kekuatan maksimal eksentrik hamstring dan melihat riwayat cedera tungkai bawah pemain. Hal tersebut dilakukan untuk melihat efek cedera jangka panjang terhadap kekuatan otot dan persentase asimetri otot sebagai langkah antisipasi cedera baru maupun ulang.

Berdasarkan kelompok jenis kelamin, nilai kekuatan maksimum otot hamstring pada laki-laki menunjukan hasil yang lebih tinggi dibanding dengan perempuan, karena perbedaan hormon yang berimbas pada komposisi tubuh. Adaptasi sistem muskular dan neurologikal melalui pengalaman keterlatihan pemain juga berperan dalam menunjang kekuatan otot yang lebih dominan. Selain itu, asimetri kekuatan maksimum eksentrik hamstring pada pemain handball menunjukan nilai asimetri yang lebih tinggi atau pada atlet yang pernah mengalami cedera. Hal tersebut dapat menjadi catatan bagi para pemain untuk tidak mengabaikan riwayat cedera terutama pada tungkai bawah yang dapat berdampak pada ketidakseimbangan kekuatan otot. Kondisi tersebut berkaitan dengan mekanisme kompensasi, nyeri kronis atau lama, dan kelelahan yang seringkali terjadi pada pemain pasca cedera baik pada kondisi akut maupun kronis. 

Pelatih dan praktisi kesehatan di bidang kesehatan olahraga, seperti dokter dan fisioterapis, dapat berkolaborasi karena mereka memiliki peran penting dalam merancang program latihan dalam menurunkan persentase asimetri atau ketidakseimbangan kekuatan otot hamstring sebagai upaya strategis untuk mencegah cedera di masa depan. Dengan pendekatan yang tepat dalam pelatihan dan pencegahan cedera, pemain handball dapat lebih aman dan meningkatkan performa mereka di lapangan. Kesadaran dan pengetahuan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan keselamatan atlet.

Penulis: Nura Maulida Isna, M.Kes.; Dr. Lilik Herawati, dr., M.Kes 

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada:

Isna, N.M., Retyananda, O.T., Prastowo, B., Prasetya, M.R.A., Tanazza, S.A., Firmansyah, A., Oktavrianto, D., Sari, G.M., Herawati, L., 2024. Differences in eccentric hamstring force among young indonesian handball players based on injury history. J. Phys. Educ. Sport 24, 1978“1983.

AKSES CEPAT