51动漫

51动漫 Official Website

Mikotoksin dalam Pakan Turunkan Efektivitas Vaksin Ayam

Penyebaran Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (LA-MRSA) pada Unggas dan Risikonya terhadap Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi unggas (Foto: Ekonomi Bisnis)

Kehadiran zat imunosupresan, seperti mikotoksin termasuk aflatoksin B1 (AFB1) dan okratoksin A (OTA) secara bersamaan telah terbukti memiliki toksisitas tinggi yang menjadi penyebab penurunan respons imun tubuh terhadap vaksinasi. Gangguan imunosupresif terjadi akibat kegagalan proliferasi sel T yang disebabkan oleh proses imunotoksik sehingga mencegah tubuh merespons vaksinasi yang diberikan. Interaksi OTA dan AFB1 yang mengontaminasi pakan ayam memberikan efek negatif yang sinergis. Sistem pencernaan memiliki risiko paparan tertinggi, karena pakan ternak merupakan titik pertama dalam rantai makanan di mana campuran mikotoksin dapat masuk secara langsung melalui produk nabati seperti biji-bijian.

Okratoksin A secara signifikan mengubah komposisi dan metabolisme mikrobiota di usus besar, yang berdampak pada proses fermentasi. Aflatoksin B1 berperan penting dalam produksi spesies oksigen reaktif (ROS), yang merusak DNA dan menyebabkan lesi pada mitokondria. Kerusakan pada membran dan struktur inti sel dapat mengakibatkan nekrosis atau kematian sel. Mikotoksikosis adalah keracunan yang terjadi ketika hewan mengonsumsi pakan yang terlalu beracun untuk ditoleransi oleh tubuhnya. Ketika mikotoksin campuran terpapar di usus besar, hal ini pertama-tama mengganggu sintesis dan pemecahan protein, yang mengubah integritas usus dan merusak mukosa usus.

Pada sistem gastrointestinal, mikotoksin binder bertindak sebagai adsorben, salah satunya bentonit (montmorillonit dioktahedral), untuk menyerap berbagai biomolekul, termasuk aflatoksin. Mikotoksin binder adalah molekul besar yang menyerupai spons kimia dan digunakan untuk mengikat campuran mikotoksin dalam saluran pencernaan hewan sebelum dikeluarkan melalui feses. Mikotoksin binder memiliki kemampuan untuk mengurangi jumlah campuran mikotoksin dalam pakan, yang pada gilirannya mengurangi jumlah campuran mikotoksin yang menembus aliran darah dan organ tubuh lainnya serta menyebabkan mikotoksikosis. Mikotoksin binder dalam penelitian ini, juga dikenal sebagai agen biotransformasi, memiliki fungsi berbeda karena mengubah susunan kimia mikotoksin menjadi molekul non-toksik. Agen biotransformasi ini diklasifikasikan sebagai khamir (Trichosporon mycotoxinivorans). Sebagai agen biotransformasi, khamir yang disebutkan di atas dapat menghidrolisis ikatan amida dalam struktur kimia OTA untuk memecahnya menjadi molekul-molekul baru yang bersifat kimia dan tidak beracun. Vaksinasi terhadap penyakit Newcastle (ND) dalam peternakan ayam pedaging sangat penting. Meskipun demikian, selama fase pasca-vaksinasi, produksi dapat terdampak negatif oleh kontaminasi mikotoksin dalam pakan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek mikotoksin binder terhadap toksisitas aflatoksin B1 (AFB1) dan okratoksin A (OTA), melalui perbaikan imunitas dan histopatologi usus pada broiler yang divaksin ND.

Penulis: Erma Safitri

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

AKSES CEPAT