51动漫

51动漫 Official Website

Minim Akses Media Sosial dan Modal Sosial Pengaruhi Sikap Remaja terhadap Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV

ilustrasi HIV-AIDS (sumber:siloam hospitals)

Penelitian terbaru mengungkap fakta bahwa remaja di Jawa Timur menunjukkan sikap positif terhadap layanan konseling dan tes sukarela HIV (VCT). Meskipun demikian studi yang melibatkan 329 remaja ini menemukan bahwa setengah lebih dari mereka memiliki stigma negatif. Hal ini menjadi hambatan signifikan dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran HIV di kalangan usia muda.

Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang jarang mengakses informasi HIV melalui media sosial berisiko lebih dari 10 kali lipat memiliki sikap negatif terhadap VCT. Tak hanya itu, remaja dengan tingkat modal sosial yang rendah yakni kepercayaan terhadap dukungan keluarga, teman, dan komunitas berisiko hampir 11 kali lebih tinggi untuk bersikap negatif terhadap tes ini. Temuan ini menyoroti pentingnya lingkungan sosial dalam membentuk kesadaran dan keberanian remaja menjalani tes HIV.

Menariknya, meski sebagian besar responden sudah memiliki pengetahuan baik mengenai HIV dan VCT, namun hal itu belum cukup mendorong sikap positif terhadap tes. Sayangnya, masih ada stigma di masyarakat yang membuat remaja merasa takut, malu, atau tidak nyaman untuk melakukan tes HIV secara terbuka. Temuan ini menyarankan bahwa meningkatkan modal sosial dan memanfaatkan media sosial untuk intervensi pendidikan dapat secara signifikan memperbaiki pandangan remaja terhadap VCT, mendorong partisipasi yang lebih positif dalam upaya pencegahan HIV.

Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi berbasis media sosial yang menyasar remaja secara aktif, dengan penyampaian informasi yang menarik, mudah dipahami, dan bebas stigma. Pemerintah, lembaga pendidikan, serta komunitas harus berkolaborasi dalam membangun lingkungan sosial yang mendukung remaja untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka. Dengan pendekatan yang lebih ramah dan sesuai karakter generasi muda, diharapkan target global mengakhiri epidemi HIV/AIDS pada tahun 2030 dapat tercapai.

Penulis: Eny Qurniyawati

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:

Eny Qurniyawati, Jayanti Dian Eka Sari, Farah Fadhillah, Yeshita Alifia Yuvianti, Prima Kartika, Nayla Mohamed Gomaa Nasr (2025). Social Media and Social Capital as Risk of Voluntary Counseling and Testing for Human Immunodeficiency Virus. International Journal of Public Health Science, 14(3), 1171-1178. http://doi.org/10.11591/ijphs.v14i3.25799

AKSES CEPAT