51动漫

51动漫 Official Website

TINGKAT DEHIDRASI DAN KONSUMSI AIR MINUM TERHADAP KELELAHAN KERJA DI PT. PAL INDONESIA

Ilustrasi Air minum (foto Enesis)

Kelelahan kerja pada pekerja PT. PAL Indonesia terjadi karena beberapa faktor, seperti bekerja dibawah suhu dan sinar matahari yang tinggi tanpa adanya bantuan alat penurun suhu dan tidak adanya akses air minum yang mudah dijangkau di sekitar tempat kerja, yang dapat memicu terjadinya dehidrasi pada pekerja.  Dehidrasi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal karena ginjal membutuhkan air untuk menghilangkan limbah dan racun dari tubuh. Kekurangan air dapat menyebabkan ginjal bekerja lebih keras, yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang. Kekurangan air dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan hubungan antara konsumsi air minum dan dehidrasi terhadap kelelahan kerja pada pekerja dock apung dan gali di PT. PAL Indonesia.

        Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan sampel sebanyak 26 pekerja dock dari divisi harkan di PT. PAL Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kelelahan kerja menggunakan alat pengukur reaksi, kuesioner, wawancara, dan observasi.

Analisis antar variabel menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara dehidrasi dengan kelelahan kerja sebesar 0.606, dan hubungan yang sangat lemah antara konsumsi air minum dengan kejadian kelelahan kerja sebesar 0.135.  Disarankan agar perusahaan secara teratur menyediakan suplai air minum bagi pekerja dan menempatkannya pada tempat yang mudah diakses bagi pekerja. Selain itu, perusahaan sebaiknya menghimbau kepada para pekerja untuk memperbanyak konsumsi air putih dibanding konsumsi minuman lain guna menjaga pekerja dari kemungkinan penyakit lain selain kelelahan kerja.

Penulis: Dr. Noeroel Widajati, S.KM, M.Sc

AKSES CEPAT