Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Dampak dari pandemi ini tidak hanya pada bidang kesehatan dan medis tetapi juga pada aspek lain, seperti ekonomi, pendidikan, sosial budaya, agama dan lain-lain. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai pertumbuhan negatif pada triwulan I tahun 2021 (0,71%). Selanjutnya, telah meningkat menjadi pertumbuhan positif pada kuartal kedua. Namun demikian, pada triwulan III mengalami penurunan menjadi 3,51%.
Menanggapi wabah pandemi, pemerintah memberlakukan pembatasan sosial dan kebijakan lockdown yang menyebabkan turunnya aktivitas bisnis dan memaksa m, ereka untuk mengikuti protokol kesehatan. Dampak dari keterpurukan ekonomi ini mengakibatkan meningkatnya kasus pengangguran, kemiskinan dan perceraian, yang kemudian menimbulkan tekanan sosial dan menurunkan kesehatan mental masyarakat. Pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa strategi Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk mengatasi permasalahan yang terdampak oleh Covid-19, seperti bantuan kesehatan, bantuan tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), subsidi listrik dan program kartu prakerja untuk mengurangi dampak sosial ekonomi. pada masyarakat. Namun, program dukungan yang tidak terstruktur dengan baik mengakibatkan penerima bantuan yang tumpang tindih Hingga Desember 2020, JPS belum mampu menyelesaikan masalah sosial ekonomi Covid-19 secara optimal, padahal jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 terus bertambah setiap harinya.
Dalam tujuan Islam, maslahah atau kesejahteraan merupakan poin utama. Tujuan Islam dapat dicapai dengan menjaga lima aspek yang meliputi perlindungan iman, jiwa, akal, keturunan dan harta. Berdasarkan tujuan Islam, kajian ini menekankan program JPS mana yang harus diprioritaskan dalam menghadapi dampak Covid-19. PKH, sebuah program di bidang nasab, distribusi adalah solusi terbaik untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dari Covid-19. Agar dampak Covid-19 dapat tertangani secara maksimal, program ini harus dilengkapi dengan program lainnya. Berdasarkan temuan penelitian ini, para ahli sepakat bahwa penyesuaian kurikulum dan penyediaan fasilitas pembelajaran daring, penyediaan berbagai layanan penyuluhan, pemeliharaan persediaan dan penyaluran bantuan sembako, peningkatan literasi terkait akses pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan tunai dan subsidi gaji. bagi pekerja, memberikan keringanan keuangan dan insentif pajak untuk bisnis dan akses mudah ke bisnis adalah penting.
Kajian ini terbatas pada negara Indonesia yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara lain. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menentukan solusi terbaik dengan melakukan studi banding dengan negara lain terkait dampak Covid-19. Namun, penelitian ini telah menawarkan analisis lengkap dengan mengidentifikasi solusi prioritas di setiap dimensi berdasarkan tujuan Islam. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengetahui dampak kebijakan JPS terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat sebelum dan sesudah implementasi, berdasarkan pendekatan tujuan Islam.
Penulis: Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si.
Jurnal: Mitigating the impact of Covid-19: Social Safety Net from Islamic perspective





