51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Faktor Penentu Jumlah Simpanan di Bank Konvensional dan Bank Syariah di Indonesia pada saat Pandemi COVID 19

Foto by BUMN Track

Lembaga perbankan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama penghimpunan dana dan pemberian kredit. Bank bertindak sebagai pasar keuangan perantara untuk mengumpulkan deposan dan investor untuk mendanai konsumen mereka. Bank adalah badan hukum yang menghubungkan kelompok dengan kelebihan finansial dengan kelompok yang kekurangan finansial, yang disebut pemberdayaan keuangan.

Bank memiliki beberapa produk seperti giro, tabungan, dan berjangka simpanan dalam kegiatan operasionalnya. Namun, studi ini  membahas tentang deposito. Pentingnya simpanan bank sebagai indikator untuk mengukur kinerja sektor perbankan. Selain itu, simpanan bank merupakan komponen penting dan penentu kemajuan tabungan nasional

Studi sebelumnya telah merancang determinan deposito bank di banyak negara. Unvan (2020) meneliti faktor-faktor spesifik bank yang memengaruhi simpanan bank Ghanadari 2008 hingga 2017. Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran bank dan profitabilitas mempengaruhi jumlahdeposito di bank, dan adanya inflasi merugikan deposito bank ketika variabel kontrol ekonomi makro digunakan. Selain itu, kinerja bank juga merupakan penentu besarnya deposito. Benardo dkk. (2015) menemukan bahwa deposan khususnya mereka yang memiliki keengganan akan risiko yang lebih tinggi, menempatkan sebagian besar dari tabungan mereka menjadi giro ketika rasio modal bank turun.

Selanjutnya, studi Solarin (2018) menunjukkan bahwa Indeks Produksi Industri (IPI) dan suku bunga tabungan aktual berdampak positif terhadap dana simpanan bank syariah. Selain itu, Haron dkk (2006), mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi dana pihak ketiga bank komersial Malaysia seperti suku bunga dasar, Kuala Lumpur Indeks Komposit, indeks harga konsumen yang terkait dengan inflasi, jumlah uang beredar, dan Produk Domestik Bruto itu memiliki dampak besar pada bank komersial pihak ketiga Malaysia

Suku bunga bank  dan tingkat bagi hasil bank syariah dapat menentukan ketersediaan simpanan bank. Studi  Pan dan Studi Ha (2018), menyatakan bahwa kesadaran suku bunga pinjaman yang lebih besar mengurangi orientasi penabung. Selanjutnya, kesadaran masyarakat terhadap kebijakan bank sentral dalam  kenaikan suku bunga memiliki pengaruh kepada para penabung. Temuan ini memiliki implikasi besar bagi bank syariah, yang berusaha menarik lebih banyak simpanan dengan menawarkan tingkat pengembalian bagi hasil yang lebih kompetitif dibandingkan bank umum (Akhtar dkk , 2017).

Kurlat (2019) memberikan bukti kuat bahwa kesenjangan simpanan cenderung cukup besar besar bila suku bunga tinggi. Selain itu, inflasi yang lebih tinggi juga mendorong   sumber daya untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi. Sementara itu, Maulayati dkk (2020) menyatakan bahwa skenario ekonomi yang diharapkan dengan indeks produksi industri (IPI) dan tingkat bunga aktual suku bunga deposito berdampak positif terhadap dana deposito bank syariah.

Mengingat hubungan yang kuat antara faktor eksternal dan internal pada simpanan bank, lebih baik untuk memahami faktor-faktor ini dalam sistem perbankan ganda. Implementasi dari dual banking system (Bank Konvensional dan Syariah) di Indonesia memungkinkan membandingkan operasi kedua jenis bank ini. Rasyid dkk (2017) membandingkan stabilitas kedua jenis bank tersebut dan menemukan perbedaan yang signifikan dalam prediktor empiris stabilitas keuangan bank syariah dan konvensional.  Temuan ini  menyiratkan bahwa bank syariah melebihi bank konvensional dan memberikan kontribusi lebih efisien untuk sektor keuangan.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Suku Bunga Bank Indonesia, Konvensional Suku Bunga Perbankan, Indeks Produksi Industri (IPI), dan Inflasi terhadap Total Simpanan Bank Konvensional Indonesia. Kemudian, studi ini juga menguji peran Suku Bunga Bank Indonesia, Imbalan Bagi Hasil Bank Umum Syariah, IPI (Indeks Produksi Industri), dan Inflasi pada Simpanan Bank Syariah di Indonesia.

Sumber data sekunder digunakan dalam penelitian ini dari Januari 2018 hingga Januari 2020. Studi ini menggunakan data suku bunga Bank Indonesia, data inflasi, dan Produksi Industri Indeks (IPI) dari Badan Pusat Statistik. Sedangkan data deposito, data pada tingkat pengembalian bank syariah, dan suku bunga bank diambil dari Islam dan bank konvensional. Kumpulan data penelitian ini terdiri dari kedua jenis bank komersial yang dipisahkan oleh 24 periode.

Metode momen umum (GMM) adalah model data panel dinamis dengan standar perkiraan yang telah memenuhi kebaikan penaksir berdasarkan inferensi statistik, seperti sebagai estimator yang tidak bias, linier, konsisten, dan efisien (Mahmud dkk 2020).  Estimasi ini mendukung Wooldridge (2010) dan Arellano dan Bond in Greene (2012). Selanjutnya ketika variabel independen dikorelasikan dengan residual yaitu GMM estimasi dapat mengatasi korelasi serial yang dihasilkan oleh nilai independen variabel (Mahmood dkk., 2018). Untuk keterbatasan, studi pendahuluan menyimpulkan bahwahipotesis nol ditolak berdasarkan uji Breusch “ Godfrey pada data panelregresi (Hoyos dan Sarafidis, 2006). Oleh karena itu, ada korelasi serial dengan ap-value sama dengan 0 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 5%. Oleh karena itu, GMM digunakan dalam penelitian ini.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suku bunga memiliki  pengaruh positif signifikan terhadap simpanan bank konvensional. Selain itu ,tingkat  bagi hasil  Bank Syariah juga berpengaruh positif signifikan terhadap simpanan. Suku bunga bank konvensional mendukung tabungan bank konvensional, memengaruhi simpanan rata-rata bank secara keseluruhan. Hasil studi ini  menunjukkan bahwa suku bunga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap simpanan bank konvensional. Selain itu, tingkat bagi hasil Bank Syariah  juga berpengaruh positif signifikan terhadap simpanan bank syariah .Selanjutnya suku bunga bank konvensional dan tingkat keuntungan berpengaruh signifikan terhadap simpanan di bank syariah. Sementara itu, Inflasi tampaknya kurang berpengaruh signifikan terhadap simpanan bank konvensional sehingga bank memiliki dampak tidak langsung terhadap perubahan inflasi, terutama melalui suku bunga. Terakhir, bank syariah dan Industrial Production Index (IPI) berdampak pada deposito. Hal ini berimplikasi bahwa peningkatan kegiatan ekonomi di Indonesia akan meningkatkan jumlah tabungan.

Penulis: Eko Fajar Cahyono,SE,ME , Lina Nugraha Rani, SE,MSi dan M Fariz Fadillah Mardianto

Keterangan lebih lanjut dapat dibaca pada artikel dengan dengan link dibawah ini :

AKSES CEPAT