51动漫

51动漫 Official Website

Model Matematika Penyebaran HIV terhadap Produktivitas di Tempat Kerja Menggunakan Data Nyata

HIV merupakan virus RNA yang menginfeksi/menyerang sel limfosit dalam tubuh sehingga menyebabkan penurunan dalam sistem pengenalan tubuh. AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit akibat penurunan daya tahan tubuh akibat HIV. Penularan penyakit HIV disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya darah, air mani atau air mani, cairan vagina atau serviks, dan ASI dari ibu yang terinfeksi HIV. Oleh karena itu penyakit, HIV dapat menular melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik dan penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan jarum suntik yang terkontaminasi HIV akibat kecelakaan kerja di bidang layanan kesehatan, transfusi darah, dan donor darah.

Hingga saat ini, infeksi HIV/AIDS merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Pengobatan pada ODHA hanya dapat menghambat perkembangan HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh. Terapi antiretroviral (ART) adalah salah satu pengobatan penyakit HIV yang paling efektif untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pada tahun 2018, penggunaan ART pada pasien HIV di dunia hanya 62% dari 37,9 juta pasien.

HIV/AIDS telah menjadi salah satu penyakit yang menjadi sorotan jutaan orang di seluruh dunia karena penyakit ini merupakan ancaman terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Tercatat, pengeluaran global untuk menanggulangi penyakit ini berkisar US$19 miliar pada tahun 2018. Pada tahun 2003, tercatat 38 juta orang positif terinfeksi HIV di dunia; sekitar 26 juta masih merupakan pekerja produktif. Akibatnya dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi dalam hal lapangan kerja, produktivitas, dan perubahan pasar tenaga kerja. Di tempat kerja, infeksi HIV dan kematian terkait AIDS dapat mempengaruhi peningkatan pengeluaran dan penurunan pendapatan di tempat kerja.

Pendekatan model matematika untuk mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS diperlukan untuk memprediksi dampak HIV dan AIDS di masa depan terhadap produktivitas kerja. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan model matematika orde fraksional dari penyebaran HIV dengan produktivitas di tempat kerja. Pertama, kami melakukan estimasi parameter epidemiologi model HIV/AIDS menggunakan data tahunan AIDS yang dilaporkan di Indonesia dari tahun 2006 hingga 2018. Berdasarkan hasil analisis model, diperoleh dua titik setimbang, yaitu titik setimbang bebas penyakit HIV dan titik setimbang endemik. Titik setimbang bebas penyakit HIV stabil asimtotik secara lokal jika angka reproduksi dasar kurang dari satu, sedangkan titik setimbang endemik stabil secara global jika angka reproduksi lebih besar dari satu. Analisis sensitivitas dan simulasi numerik kemudian dilakukan dengan variasi nilai orde fraksional untuk mengetahui dinamika penyebaran HIV dengan produktivitas di lapangan. Berdasarkan hasil simulasi numerik, ditemukan bahwa angka peralihan pekerja produktif HIV menjadi penderita AIDS dapat menurunkan populasi pekerja pengidap AIDS dan meningkatkan populasi pekerja yang rentan tertular HIV.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Authors:  C.W. Chukwu, , M.I. Utoyo, A. Setiawan, J.O. Akanni

Title:  Fractional model of HIV transmission on workplace productivity using real data from Indonesia. 

 

AKSES CEPAT