Malaria masih menjadi beban besar pada kesehatan global, diperkirakan 263 juta kasus dan 597.000 kematian terjadi pada tahun 2023. Ibu hamil termasuk dalam kelompok berisiko tinggi. Infeksi malaria selama kehamilan dapat menyebabkan persalinan prematur atau kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah. Risiko dan tingkat keparahan malaria meningkat akibat kombinasi perubahan fisiologis dan imunologis yang terjadi selama masa kehamilan. Malaria pada kehamilan secara signifikan meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin, sehingga penting dilakukan intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek imunomodulator fraksi kloroform-metanol buah Syzygium cumini terhadap ekspresi interferon gamma (IFN-纬), interleukin-10 (IL-10), dan antigen Ki-67 (Kiel 67) pada model tikus bunting dengan malaria. Sebanyak 54 ekor mencit Balb/c bunting sehat dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing terdiri atas sembilan ekor: kelompok kontrol normal (NC) : mencit bunting tidak terinfeksi; kontrol negatif (Neg C) : mencit bunting terinfeksi tanpa terapi; kontrol positif (Pos C) : mencit terinfeksi yang mendapat terapi antimalaria standar (Dihidroartemisinin 40 mg/Piperakuin fosfat 320 mg); serta tiga kelompok perlakuan T1, T2, dan T3 yang terdiri atas mencit terinfeksi yang diberikan fraksi S. cumini dengan dosis masing-masing 600, 800, dan 1200 mg/kgBB. Induksi malaria dilakukan melalui pemberian Plasmodium berghei (strain ANKA) secara intraperitoneal pada hari kebuntingan ke-9, dan perlakuan diberikan secara oral satu kali sehari selama 15 hari, dimulai pada hari kebuntingan ke-11. Setelah periode perlakuan selesai, tingkat ekspresi IFN-纬, IL-10, dan Ki-67 dianalisis menggunakan metode imunohistokimia. Pemberian fraksi buah Syzygium cumini menunjukkan efek imunomodulator yang signifikan dan bergantung dosis pada mencit bunting terinfeksi malaria. Kelompok T3 (1200 mg/kgBB) memperlihatkan modulasi paling optimal, dengan penurunan signifikan kadar IFN-纬, peningkatan kadar IL-10, serta pemulihan ekspresi Ki-67 dibandingkan kelompok kontrol terinfeksi. Modulasi efektif terhadap IL-10, penekanan IFN-纬, serta peningkatan ekspresi Ki-67 oleh fraksi Syzygium cumini menunjukkan potensi peran protektif secara imunologis dan regeneratif selama infeksi malaria pada kehamilan.
Kata kunci: Syzygium cumini, Interleukin-10, Interferon gamma, Ki-67, Malaria pada Kehamilan, Plasmodium berghei.
Penulis : Lilik Maslachah
Judul artikel : Syzygium cumini Fraction Modulates IFN-纬, Ki67, and IL-10 in Pregnant Murine Model of Malaria
Nama Jurnal : Tropical Journal of Natural Product Research
Link Jurnal :
Link Artikel





