Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk MPASI Tepat, Cegah Stunting yang bertempat di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Senin (27/1/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang untuk mencegah stunting pada anak usia balita.
Penyuluhan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 (Good Health and Well-being) serta SDGs nomor 4 (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan edukasi kesehatan masyarakat. Sasaran utama kegiatan adalah ibu hamil, ibu menyusui, serta orang tua yang memiliki anak balita usia 059 bulan, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang warga Desa Sukorejo.
Kegiatan penyuluhan disampaikan oleh Dr. Maslichah Mafruchati, drh., M.Kes. selaku pemateri, yang memberikan edukasi komprehensif mengenai stunting dan pentingnya penerapan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang tepat sesuai usia anak. Materi disampaikan secara komunikatif melalui paparan, diskusi interaktif, serta media visual agar mudah dipahami oleh peserta.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tenaga kesehatan setempat. Bidan Desa Sukorejo, Ibu Frida, menyampaikan bahwa praktik MPASI di Desa Sukorejo sudah cukup baik, terutama dalam pemenuhan protein hewani seperti ikan dan telur. Namun, masih ditemukan kendala berupa kebiasaan anak makan sambil bermain serta pemberian MPASI terlalu dini akibat pengaruh pola asuh keluarga. Melalui penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN BBK 7 51 bersama tenaga kesehatan, diharapkan dapat membuka pola pikir orang tua untuk memberikan MPASI sesuai usia anak.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi permasalahan serius, khususnya di wilayah pedesaan dengan angka mencapai 21,6%. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kekurangan gizi kronis, sanitasi yang kurang memadai, serta rendahnya pengetahuan orang tua terkait pemenuhan gizi anak. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Dalam sesi materi, peserta diajak memahami prinsip MPASI sesuai usia, contoh menu MPASI bergizi seimbang, tanda bahaya kekurangan gizi, serta langkah-langkah pencegahan stunting seperti pemberian ASI eksklusif, imunisasi, perbaikan sanitasi, dan praktik pemberian makan yang higienis serta responsif. Selain itu, peserta juga diberikan ruang diskusi untuk saling berbagi pengalaman terkait pola asuh dan pemberian makan anak.
Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan, peserta dan kader posyandu menerima poster edukasi MPASI dan pencegahan stunting yang berisi informasi ringkas dan mudah dipahami. Poster tersebut dipasang di lokasi posyandu serta dibagikan kepada peserta dalam bentuk cetak maupun digital sebagai media pengingat praktik gizi yang benar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat menjadi langkah awal dalam menurunkan angka stunting di Desa Sukorejo serta mendorong terwujudnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
Penulis : Kelompok KKN BBK 7 UNAIR Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik





