51动漫

51动漫 Official Website

TAKOSA (Takakura Kompos Organik), Upaya Mahasiswa UNAIR Kelola Sampah Organik di Desa German

Mahasiswa KKN BBK 7 51动漫 melakukan demonstrasi pembuatan kompos organik dengan metode Takakura dan disaksikan secara langsung oleh warga dalam program TAKOSA di Balai Desa German, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Senin (26/1/2026). (Foto: Dok. Pribadi)
Mahasiswa KKN BBK 7 51动漫 melakukan demonstrasi pembuatan kompos organik dengan metode Takakura dan disaksikan secara langsung oleh warga dalam program TAKOSA di Balai Desa German, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Senin (26/1/2026). (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Desa German melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan sampah organik melalui kegiatan TAKOSA (Takakura Kompos Organik) dilaksanakan pada Senin (26/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dan karang taruna Desa German dalam mengelola sampah organik di tingkat rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat serta ramah lingkungan.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa German dengan dilatarbelakangi dengan permasalahan pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga yang belum optimal. Selama ini, sampah organik masih banyak dibuang dan bercampur dengan sampah lainnya, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Melalui program TAKOSA ini, mahasiswa menghadirkan solusi sederhana dan praktis yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat Desa German.

Dalam pelaksanaanya, mahasiswa memperkenalkan metode Takakura sebagai teknik pengomposan sesuai dengan skala rumah tangga. Metode ini dipilih karena tidak membutuhkan lahan yang luas, mudah diterapkan di lingkungan permukiman, serta tidak menimbulkan bau, sehingga aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat Desa German.

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa German, khususnya ibu-ibu PKK dan karang taruna yang aktif dalam kegiatan lingkungan, dengan jumlah peserta sekitar 25 orang. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai jenis-jenis kompos organik, praktik langsung pembuatan kompos Takakura, serta sesi diskusi interaktif.

Dalam kesempatan tersebut, Rafa Laila Aurellia selaku penanggung jawab program TAKOSA menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat Desa German dalam mengelola sampah. 淢elalui program TAKOSA, kami ingin mengajak masyarakat Desa German untuk mulai mengolah sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan metode Takakura yang sederhana dan ramah lingkungan, sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat bagi tanaman.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ibu Eka Zuanita selaku Ibu kepala Desa German, yang menilai program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 淧rogram ini sangat baik karena tidak hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Selain itu, metode ini tergolong ekonomis karena masyarakat dapat memproduksi pupuk secara mandiri di rumah, tuturnya.

Setelah kegiatan ini berlangsung, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik. Jika sebelumnya sampah organik hanya dibuang, kini masyarakat Desa German mengetahui alternatif pengelolaan yang lebih bernilai guna. Kompos yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk tanaman di pekarangan rumah.

Program TAKOSA sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Responsible Consumption and Production, melalui upaya pengurangan sampah organik rumah tangga serta pemanfaatannya menjadi kompos yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini juga mendukung konsep kampus berdampak, dimana mahasiswa 51动漫 mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk mendorong praktik konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab di masyarakat. Kedepannya, masyarakat Desa German, diharapkan dapat melanjutkan praktik pengomposan secara berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan lestari.

Penulis: Rafa Laila

AKSES CEPAT