UNAIR NEWS Fakultas Farmasi 51动漫 kembali meluluskan apoteker yang telah menyelesaikan pendidikan profesi. Sebanyak 214 mahasiswa yang lulus dari Program Studi Pendidikan Apoteker diambil sumpahnya dan dilantik menjadi apoteker, Rabu (14/9). Pelantikan apoteker baru ke-102 itu disaksikan oleh pimpinan serta seluruh tamu undangan yang datang di Airlangga Convention Center.
Pelantikan apoteker dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi, Dr. Umi Athiyah, MS., Apt., perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Drs. Noeffendri Roestam, Apt, perwakilan Komite Farmasi Nasional Dr. Faiq Bahfen, SH, Wakil Rektor IV UNAIR Junaidi Khotib, S.Si, M.Kes, Ph.D, Rektor UNAIR periode 2006-2010 dan 2010-2015 Prof. Dr. Fasich, Apt, dan seluruh wali mahasiswa.
Mewakili apoteker yang baru dilantik, Faris Setiawan Bastomi, S.Farm, Apt, dalam sambutannya mengatakan pembelajaran dan pemantapan ilmu selama di bangku kuliah merupakan salah satu tahap untuk menjadi apoteker yang profesional. Faris lantas mengingatkan pentingnya tanggungjawab dan profesionalisme yang wajib diemban oleh para apoteker.
Selain profesionalisme, maraknya peredaran obat-obatan palsu menjadi tantangan bagi para apoteker baru. Noeffendri selaku perwakilan PP IAI mengatakan hal itu disebabkan oleh peran apoteker yang terabaikan. 淎danya vaksin dan obat-obatan yang palsu disebabkan karena peran apoteker diabaikan. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga marwah kita bersama, ujar Noeffendri.
Senada dengan Noeffendri, Junaidi mengatakan peran apoteker dalam bidang farmasi hendaknya bisa lebih dioptimalkan. Junaidi mengingatkan agar para apoteker baru memegang teguh sumpah yang telah diucapkan.
淚ngat-ingatlah selalu kalimat pertama pada sumpah apoteker yang berisi saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan, terutama dalam bidang kesehatan. Beredarnya vaksin dan obat-obatan palsu tentu menjadi masalah besar bagi masyarakat. Itu menyebabkan rapuhnya ketahanan sebagai bangsa, ujar alumnus Fakultas Farmasi UNAIR itu.
Acara sumpah apoteker diakhiri dengan doa dan ucapan selamat kepada apoteker. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah yang diikuti oleh semua undangan. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S





